Kasus Covid-19 Mengganas lagi, Vietnam Memperpanjang Waktu Pembatasan Pergerakan Warga

Kasus Covid-19 Mengganas lagi, Vietnam Memperpanjang Waktu Pembatasan Pergerakan Warga
Sejumlah warga bermain di kawasan Westlake setelah pemerintah mencabut status lockdown secara nasional selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Hanoi, Vietnam. Foto: Reuters/Antara

jpnn.com, HANOI - Kota-kota besar di Vietnam akan memperpanjang atau memperketat pembatasan pergerakan warga untuk menahan penyebaran covid-19.

Ini dilakukan ketika kasus baru harian menembus angka 6.000 selama tujuh hari berturut-turut, kata pihak berwenang pada Rabu (28/7).

Setelah sukses menahan laju sebaran virus cukup lama selama pandemi, Vietnam menghadapi rekor kenaikan infeksi harian sejak terjadi lonjakan kasus pada akhir April.

Vietnam melaporkan 6.559 kasus baru covid-19 pada Rabu, sehingga totalnya mencapai lebih dari 120.000 sejak awal pandemi covid-19.

Sekitar 450.000 orang di negara berpenduduk 98 juta jiwa itu telah divaksinasi penuh, menurut data resmi.

Pemerintah telah menerapkan pembatasan ketat terhadap pergerakan warga di sepertiga luas wilayah negara itu. Termasuk pusat bisnis Kota Ho Chi Minh di selatan dan ibu kota Hanoi di utara.

"Hanoi akan memberlakukan aturan yang lebih ketat di kawasan-kawasan berisiko tinggi untuk melawan wabah," kata ketua kota Chu Ngoc Anh dalam sebuah pernyataan.

Otoritas di Kota Ho Chi Minh mengatakan kota mereka mungkin perlu memperpanjang periode jaga jarak sosial hingga satu atau dua minggu setelah 1 Agustus ketika kasus infeksi terus meningkat.

Vietnam akan memperpanjang atau memperketat pembatasan pergerakan warga ketika kasus baru harian menembus angka 6.000 selama tujuh hari berturut-turut.