JPNN.com

'Kau dan Aku' Versi Baru jadi Bukti Powerslaves Masih Eksis

Kamis, 07 November 2019 – 13:33 WIB 'Kau dan Aku' Versi Baru jadi Bukti Powerslaves Masih Eksis - JPNN.com
Powerslaves. Foto: Dedi Yondra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Perlahan tapi pasti, band rock Powerslaves kembali bangkit di panggung musik tanah air. Grup yang berjaya di era '90-an itu bahkan telah meluncurkan single 'Kau dan Aku (New Version)' sebagai bukti terus eksis dan berkarya.

'Kau dan Aku' versi baru ini merupakan persembahan penting bagi perjalanan Powerslaves. Single tersebut menjadi pembuktian sekaligus gerbang pembuka menuju album kompilasi berisi lagu-lagu terbaik dari Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Wiwiek Soedarno (kibor), dan Agung 'Gimbal' Yudha (drum).

Powerslaves menyadari, versi orisinal Kau dan Aku sudah memiliki nyawa sendiri dan disukai fan sejak dirilis melalui album berlabel self-titled pada 2001 silam. Agar membuatnya jadi baru, personel merombak ulang dengan melakukan sentuhan baru. Menariknya,
Powerslaves tetap bekerja sendiri untuk mendorong kemampuan para personelnya hingga ambang batas.

"Enggak jaminan kalau yang aransemen anak milenial terus jadi fresh. Kalau referensi kami selalu ngikutin perkembangan zaman, ya enggak ada masalah juga. Yang paling penting, bisa enggak mengimplementasikan referensi yang kita dengar menjadi aransemen sebuah lagu?," kata Anwar Fatahillah kepada JPNN.com, Kamis (7/11).

Powerslaves mengemas versi baru Kau dan Aku dengan konsep akustik dan balutan orkestrasi hasil sentuhan tangan Wiwiek Soedarno. Mereka menghadirkan dimensi baru pada lagu ini melalui aransemen musik yang jauh berbeda dibandingkan dengan versi aslinya maupun lagu-lagu terdahulu.

"Membuat aransemen baru dan berbeda dari versi aslinya yang nge-hit memang bukan hal mudah, tetapi justru membuat kami tertantang dengan risiko adanya pro dan kontra. Kunci utama kami dalam menuangkan aransemen baru adalah menggunakan ilmu kontrapung yang pernah saya pelajari di bangku kuliah dengan membuat pola yang benar-benar jauh berbeda dari pendahulunya," beber Wiwiek Soedarno.

Lewat versi baru ini, Powerslaves berharap karya mereka bisa dinikmati kapan pun, di mana pun, dan oleh siapa pun. Tanpa melihat usia dan gender, maupun selera pasar.

"Pasar akan menemukan jalannya sendiri. Yang terpenting adalah effort atau upaya Powerslaves untuk terus update itu sudah lebih dari cukup, sebagai band yang eksis hampir tiga dekade," imbuh sang vokalis.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...