Kebakaran di Bengkel Hanguskan 3 Mobil

Kebakaran di Bengkel Hanguskan 3 Mobil
Kebakaran di bengkel milik Andre. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Bengkel Traffic Motorsport yang berada di Jalan Raya Dukuh Kupang Barat 46 milik Andre kemarin (2/1) terbakar. 3 mobil dan 1 sepeda motor ludes terbakar. 

Kejadian tersebut berawal pada pukul 11.37. Awalnya, asap hitam mengepul dari bengkel yang masih tutup. Sri Sumarti, asisten rumah tangga yang rumahnya berada tepat di samping bengkel, mengetahuinya. Dia mengira aroma sangit tersebut adalah sampah yang dibakar warga. Dia lalu keluar rumah dan mendapati bengkel telah dipenuhi asap hitam dan kobaran api. "Saya langsung mencabut semua kabel dan keluarkan LPG. Terus lari sambil teriak minta bantuan," ujarnya.

Bengkel yang masih terkunci tersebut terpaksa didobrak oleh petugas PMK. Sebanyak 10 unit mobil PMK dikerahkan, tak terkecuali 1 unit mobil damkar skylift untuk menjangkau bagian atas bangunan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Api merembet sejauh 200 meter pada bangunan lain di bagian belakang. Sementara itu, rumah di sebelah bengkel hanya mengalami kerusakan kecil pada bagian atap. Tidak sampai setengah jam, si jago merah bisa dipadamkan. 

Bambang Vistadi, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, menduga bahwa penyebab sementara kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik. Hingga saat ini penyebab kebakaran masih diselidiki Polsek Dukuh Pakis. Timnya mengamankan 40 persen aset milik Andre. 

Area bengkel yang terbakar berukuran 5 meter x 20 meter dari luas keseluruhan 14 meter x 20 meter. "Diduga arus pendek. Apalagi di tempat ini banyak terdapat oli dan minyak yang mempercepat rembetan api," tegasnya.

Tim pemadam kebakaran sempat mengalami hambatan mengingat lokasi bengkel di tengah-tengah permukiman. Kerumunan warga juga menjadi penghambat mobil damkar untuk memasuki area. Unit Bronto Skylift tidak bisa bermanuver untuk menjangkau bagian lain mengingat banyaknya kabel yang melintang dengan posisi rendah. 

Andre, pemilik bengkel, terkejut atas kejadian tersebut. Saat itu, bengkelnya masih tutup karena libur tahun baru sehingga tidak ada penjagaan dari karyawan. "Awalnya memang lewat sini. Terus dapat telepon kok katanya bengkel saya terbakar," ujarnya. (eno/c6/any)

Tim pemadam kebakaran sempat mengalami hambatan mengingat lokasi bengkel di tengah-tengah permukiman.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News