Keberadaan Ketua DPR Setya Novanto Dicari

Ujian besar bagi program anti-korupsi Presiden
Pada tahun 2015, Setya dituduh mencoba memeras perusahaan AS Freeport McMoran senilai US $ 8,8 miliar dalam bentuk saham, dengan imbalan mengizinkan perusahaan itu untuk melanjutkan penambangan di provinsi Papua.
Ketika sebuah rekaman terkait dugaan upaya pemerasan yang dilakukannya beredar, Setya mengatakan kepada wartawan "itu hanya sebuah lelucon".
Penyelidikian terkait kasus e-KTP barangkali merupakan ancaman terbesar bagi Setya Novanto dan menimbulkan masalah bagi Presiden Joko Widodo yang berjanji akan mengatasi isu korupsi yang telah menjadi endemik di Indonesia.
"Ini akan menjadi ujian yang sangat besar bagi Presiden," kata analis politik Tobias Basuki, dari CSIS Jakarta.
"Ini nyaris menjadi situasi yang dilematis karena partai Setya Novanto adalah pendukung Joko Widodo di Parlemen dan kasus ini pasti melibatkan politisi lain, termasuk politisi dari partai Presiden.”
"Risiko terbesarnya adalah membuat sekutunya juga terperangkap dalam kasus ini, dan ada juga tantangan untuk mengurangi dukungan politik dari politisi berkuasa yang terlibat dalam kasus ini.”
"Tapi di sisi lain, jika Setya Novanto bebas dari hukuman, akan banyak reaksi balasan atas legitimasi moral Presiden Widodo sebagai Presiden anti-korupsi."
- Partai Buruh Menang Pemilu Australia, Anthony Albanese Tetap Jadi PM
- Dunia Hari Ini: Israel Berlakukan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas