JPNN.com

Keindahan Pantai Ampana Saksi Indonesia Rajai Etape 1 TdCC

Kamis, 09 November 2017 – 04:55 WIB Keindahan Pantai Ampana Saksi Indonesia Rajai Etape 1 TdCC - JPNN.com

jpnn.com, POSO - Event sport tourism internasional Tour de Central Celebes (TdCC) etape pertama dilepas Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Bupati Tojo Unauna Muhamad Lahay di Taman Jembatan Hayal, Kota Ampana, ibu kota Kabupaten Tojo Unauna, menuju Tentena, Poso, Senin 6 November 2017.

Sepanjang rute, para pembalap ini melewati pemandangan indah pesisir Pantai Amtama dan Danau Tektonik Poso. 

Sebanyak 69 pebalap dari 18 negara yang terbagi dalam 15 tim nasional dan internasional langsung melesat menyusuri jalan Trans Sulawesi yang beraspal mulus sesaat setelah gubernur dan bupati Tojo Unauna mengangkat bendera start.

Ribuan warga Kota Ampana menyaksikan acara pelepasan tersebut baik di tempat rekreasi Jembatan Hayal maupun yang berdiri di pinggir jalan sepanjang rute yang dilintasi para pebalap.

Pada lomba hari ini, para pebalap menempuh rute sepanjang 191,5 kilometer dengan garis finish di anjungan FestiVal Danau Tektonik Poso, yang akan ditempuh dalam tempo 4 jam 41 menit.

Pebalap ini menaklukan rute dengan satu nomor lomba king of mountain (kom) dan tiga kali sprint hari ini .

Pembalap tim KFC Jakarta Jamal Hibatullah berhasil meraih posisi pertama pada di etape pertama. Sedangkan pada posisi kedua diraih oleh pembalap Next Cycling Singapura Riyan Arayhan dan pembalap PGN Jakarta Team Hari Fitrianto menduduki posisi ketiga.

Gubernur Longki Djanggola mengaku bangga atas terselenggaranya TdCC yang pertama kali karena dapat menumbuhkan dan mengembangkan prestasi olahraga sekaligus promosi wisata dan investasi.

"Saya bersama para pebalap, offisials dan commisionaire sudah ke obyek wisata Pangempa, Kadidiri dan Wakali, di gugusan Kepulauan Togean. Tempat ini merupakan pulau yang luar biasa. Mudah-mudahan setelah mereka menikmati keindahan Kepulauan Togean ini, mereka mempromosikannya di negara masing-masing," ujar Gubernur Longki Djanggola, Senin (6/11).

Gubernur mengakui dampak TdCC ini tidak bisa dirasakan langsung sekarang, karena itu iven olahraga dunia ini akan kita gelar terus menerus dengan penyelenggaraan yang semakin profesional.

Setelah menyelesaikan Etape I, para pebalap dan tim masing-masing akan menikmati wisata alam di Danau Poso dan menghadiri acara ramah tamah bersama warga Kabupaten Poso yang sedang menyelenggarakan Festival Danau Tektonik di Kota Tentena, tepian Danau Poso.

Di festival ini, mereka juga menyaksikan penampilan Band Slank yang tampil malam harinya. 

Seteleh menikmati keindahan Danau Poso, para pebalap akan mengadu fisik dan keterampilan untuk menempuh Etape II antara Poso-Parigi pada Selasa pagi.

Gara-gara ‘Tour de Central Celebes’ (TdCC) untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pembangunan Sulawesi Tengah, masyarakat bisa meluncur di jalan raya beraspal nyaris tanpa lubang sepanjang hampir 400 kilometer.

TdCC yang pertama kali digelar di Sulawesi Tengah memang menjadi alasan utama pemerintah membenahi jalur jalan nasional di empat kabupaten dan Kota Palu yang notabene adalah daerah-daerah tujuan wisata unggulan di Sulawesi Tengah.

“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri PUPR dan jajarannya yang bersedia mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membenahi jalan antara Ampana-Poso-Parigi-Sigi-Palu agar memenuhi kualifikasi Indonesia Cyclist Federation (ICF) dan Union Cyclist Internationale (UCI) untuk sebuah iven balap sepeda profesional. Terima kasih juga untuk Menteri Pariwisata yang mendukung penuh kegiatan ini,” kata Gubernur Longki Djanggola.

Kepala Bidang Analisis Bidang Pasar Wisata Buatan, Hanif mewakili Kementerian Pariwisata menilai, Pemerintah Provinsi Sulteng memang cerdik karena TdCC ini akhirnya mampu mewujudkan sebuah ruas jalan beraspal tanpa lubang sama sekali dengan panjang seluruhnya 487 kilometer.

“Ini luar biasa, karena dampaknya kepada ekonomi daerah dan kesejahteraan rakyat pasti besar sekali,” ujarnya.

Hanif menambahkan, semua kegiatan Tour de Indonesia yang pernah digelar membuktikan bahwa dampak ekonomi dan sosial bagi daerah yang bersangkutan sangat besar.

Pada ‘Tour de Ijen di Banyuwangi’, Jawa Timur, misalnya, pemerintah daerah setempat yang membelanjakan APBD-nya sekitar Rp 5 miliar mampu meraih manfaat sekitar Rp 120 miliar dalam berbagai bentuk mulai dari pengucuran dana pembenahan infrastruktur, objek wisata, hotel, dan restoran, ekonomi kreatif serta meningkatnya omzet usaha kecil dan menengah.

Karena itu, Deputi Pengembangan Sarana Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mendesak pemerintah provinsi untuk melanjutkan TdCC secara rutin setiap tahun dengan meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

"Dampak ekonomi dan pariwisata TdCC akan terlihat setelah tiga sampai lima tahun ke depan. Karena itu TdCC harus berkelanjutan dan melibatkan peran yang lebih besar dari seluruh komponen masyarakat sebab pembangunan kepariwisataan sendiri basisnya ada di masyarakat," Esthy. 

TdCC ini digelar sebagai ajang utama untuk publikasi dan promosi pariwisata dan investasi Sulawesi Tengah, khususnya Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Unauna.

Dua destinasi ini menjadi destinasi wisata utama Sulteng dengan keindahan alam bawah lautnya.

“Saya yakin betul bahwa Sulawesi Tengah sangat berpeluang untuk menjadi salah satu destinasi wisata unggulan nasional. Karena itu, upaya publikasi dan promosi serta pembenahan infrastruktur sertasisi amenitasnya harus terus digencarkan,” ujarnya.

Balap sepeda etape pertama tersebut menempuh jarak 192,3 kilometer atau dari total 468,9 kilometer yang terbagi dalam tiga etape masing-masing etape-1 Tojo Unauna-Poso, etape-2 Poso-Parigi Moutong dan etape-3 Parigi Moutong-Sigi-Palu. (jpnn

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...