Keluarga dr Aulia Risma: PPDS Undip Bobrok, Kaprodi Harus Tanggung Jawab
Menurutnya, kasus bullying seperti ini merupakan fenomena gunung es yang tidak hanya terjadi di Undip Semarang saja. Dia bilang banyak kasus bullying, tetapi nyaris tidak ada yang berani melapor. Rata-rata para pelaku merupakan korban.
"Kalau kita tidak putus mata rantai ini, ya repot. Banyak terjadi di tempat-tempat lain, tetapi mungkin kan mereka tidak berani. Ini kan kami mencari satu cara agar mereka berani mengungkap," ujarnya.
Selain itu, buruknya sistem pendidikan dokter spesialis ini menurutnya, akan sulit bagi masyarakat menemukan dokter yang memiliki empati. Fakta di lapangan, kata Misyal tidak jarang ditemukan dokter yang bersikap kurang enak saat menangangi pasien.
"Kalau cara mendapatkan dokter dengan cara kekerasan seperti ini, dihancurkan mentalnya, dibikin depresi bagaimana kita bisa memiliki dokter-dokter yang baik. Di militer tidak seperti itu," ujarnya.(mcr5/jpnn)
Sistem PPDS Undip dinilai bobrok, keluarga dr Aulia Risma minta kaprodi tanggung jawab.
Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Wisnu Indra Kusuma
- Pesan Gus Ipul pada Siswa Sekolah Rakyat: Beda Agama dan Suku, Semua Tetap Bersaudara
- Telkom University Pastikan Pendampingan Intensif Kepada Korban Perundungan di Asrama
- Evaluasi Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Tata Kelola Diperbaiki dan Perkuat SDM
- Mensos Gus Ipul Ajak Ratusan SRT Ikrar Anti-Perundungan
- Respons Kombes Tri soal Dugaan Perundungan Mahasiswa Telkom University
- Telkom University DO Mahasiswa Pelaku Perundungan di Asrama
JPNN.com




