Kemampuan 96 Anggota JI yang Dikirim ke Suriah Sejajar Pasukan Khusus?

Kemampuan 96 Anggota JI yang Dikirim ke Suriah Sejajar Pasukan Khusus?
Salah satu terduga teroris yang dipindahkan dari Rutan Mako Brimob Lampung. Ilustrasi Foto: ANTARA/HO

jpnn.com, JAKARTA - Para Wijayanto yang memiliki nama lain Abang alias Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arief alias Ahmad Fauzi Utomo menjadi amir (pimpinan tertinggi) Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2008 hingga 2019.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, di masa kepemimpinan Para Wijayanto, JI telah memberangkatkan tujuh angkatan kader muda Jamaah Islamiyah ke Suriah sejak 2013 hingga 2018.

Semasa kepemimpinan Para Wijayanto, JI ingin mempunyai kontribusi dan bergabung dengan organisasi teroris yang berada di Timur Tengah.

"Untuk itu seluruh anggota JI yang diberangkatkan ke Timur Tengah memiliki bekal keahlian bela diri," tutur Argo di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/1).

Para Wijayanto menunjuk Karso alias Joko Priyono sebagai pelatih bela diri dan militer di Sasana Bela Diri Ungaran, Jawa Tengah, dengan harapan keahlian dari pelatihan anggota JI ini mampu sejajar dengan atlet hingga pasukan khusus.

Argo menyebut bahwa seleksi perekrutan kader muda JI tersebut dilakukan dengan ketat dan yang masuk sasana diprioritaskan lulusan terbaik dari pondok pesantren karena mereka sudah memiliki kemampuan Bahasa Arab.

Selain itu mereka juga tidak mudah emosional, fisik yang baik, dan sehat jasmani.

Kader muda JI yang dikirim ke Suriah berjumlah 10 hingga 12 orang per angkatan sehingga dari 2013 hingga 2018, jumlah keseluruhan yang berangkat ada sekitar 96 orang.

Irjen Argo Yuwono mengatakan, di masa kepemimpinan Para Wijayanto, sudah ada 96 anggota Jamaah Islamiyah berangkat ke Suriah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News