Kemendikbud Belum Tahu Model Baru SBMPTN 2019

Kemendikbud Belum Tahu Model Baru SBMPTN 2019
Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: Humas Kemendikbud

Meski pelaksanaan UN masih tahun depan, Kemendikbud sudah melakukan sejumlah persiapan. Baik untuk pelajar maupun pengajar. Khusus pelajar, Kemendikbud terus berusaha meningkatkan kemampuan mereka agar semakin baik ketika berhadapan dengan materi HOTS atau Higher Order Thinking Skills.

”Sekarang penyiapan siswa terutama untuk mulai meningkatkan standar kualitas, standar dari materi ujian,” jelas Muhadjir.

Selaras dengan itu, pengajar juga dipersiapkan oleh Kemendikbud. ”Kami tatar secara nasional, besar-besaran. Untuk mengejar ketertinggalan mereka. Terutama dalam metodelogi dan penggunaan bahan ajar,” beber pejabat asal Madiun itu.

Untuk sistem, lanjut dia, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tetap diandalkan. Menurutnya, sistem tersebut sudah baik. Salah satu buktinya, tes CPNS tahun ini yang juga memakai sistem serupa UNBK.

Berkaitan dengan pelaksanaan UN yang juga bersamaan dengan SBMPTN, Muhadjir menyampaikan bahwa SBMPTN sepnuhnya merupakan hak setiap perguruan tinggi. Hanya saja, dia mengimbau agar perguruan tinggi di tanah air menghargai kerja keras para pelajar melalui UNBK.

”Dulu kan alasannya ujian nasional itu tidak kredibel karena tingkat kecurangannya tinggi. Saya kira sekarang sudah tidak boleh lagi ada alasan itu,” beber dia.

Sebab, yang dikejar Kemendikbud melalui UNBK bukan melulu nilai. ”Dengan UNBK ini justru (yang) kami kejar adalah faktor integiras, kejujuran, dan kredibilitas,” terang Muhadjir.

Untuk itu, meski skor angka atau nilai UN tahun ini turun jika dibandingkan dengan tahun lalu, Kemendikbud tetap optimistis. Sebab, itu semua bisa mereka tebus dengan tingkat kejujuran yang tinggi. ”Yang hampir 90 persen. Bahkan lebih dari 90 persen,” imbuhnya.

Kemendikbud belum tahu model baru SBMPTN 2019 yang dirancang Kemenristekdikti, namun dipastikan tidak ada perubahan Unas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News