Kemendikbud Dorong Upgrade D-3 ke D-4, Lulusannya Bergelar Sarjana Terapan

Selasa, 16 Februari 2021 – 23:36 WIB
Kemendikbud Dorong Upgrade D-3 ke D-4, Lulusannya Bergelar Sarjana Terapan - JPNN.com
Dirjen Vokasi Kemendikbud Wikan Sakarinto.Foto/Ilustrasi.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) gencar melakukan transformasi di bidang vokasi. Salah satunya meningkatkan diploma tiga (D-3) menjadi sarjana terapan.

Menurut Dirjen Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto, peningkatan program studi D-3 menjadi sarjana terapan harus memenuhi beberapa syarat. Di antaranya adalah perguruan tinggi vokasi (PTV) memiliki program D-3 terakreditasi minimal peringkat B atau baik sekali serta memiliki kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Selain itu, PTV juga wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan Ditjen Diksi. Seperti mempersiapkan kerja sama dengan DUDI, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, kurikulum yang kolaboratif dengan DUDI, serta regulasi akademik yang mendukung. 

"Peningkatan D-3 menjadi sarjana terapan bersifat opsional dan disesuaikan dengan kebutuhan link and supermatch dengan DUDI," kata Wikan dalam webinar peningkatan program D-3 menjadi sarjana terapan atau diploma empat (D-4) secara virtual, Selasa (16/2). 

Dia menambahkan, pada prinsipnya untuk meningkatkan (upgrade) D-3 menjadi sarjana terapan, harus dilakukan bersama DUDI dengan skema taut suai (link and match) 8 i.

Di antaranya mencakup kurikulum yang disusun bersama dan berstandar DUDI; sertifikasi kompetensi guru, dosen, dan peserta didik yang sesuai standar kebutuhan DUDI. Kemudian project based learning; menghadirkan ahli dari industri secara rutin untuk mengajar; dan seterusnya. 

Adapun industri yang menjadi pengguna (user) lulusan, boleh berupa usaha mikro kecil menengah (UMKM), kecil, besar, maupun pemerintah daerah. Wikan menekankan bahwa kebersamaan harus dibangun antara PTV dan DUDI.

“Paket menu link and match pada intinya adalah keterlibatan DUDI dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi. Kita masak bersama menu yang dibutuhkan industri,”ujar Wikan. 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...