Kemendikbudristek Ambil Alih Formasi PPPK Guru, Mas Nadiem Beri Alasan Kuat, Posisi Pemda?

Kemendikbudristek Ambil Alih Formasi PPPK Guru, Mas Nadiem Beri Alasan Kuat, Posisi Pemda?
Mendikbudristek Nadiem Makarim bicara formasi PPPK guru dalam raker gabungan Komisi X DPR RI. Foto tangkapan layar YouTube DPR RI

Data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mencatat usulan yang masuk di e-formasi hingga 7 Mei hanya 278.102 atau 46 persen dari total kebutuhan PPPK guru 2023 sebanyak 601.174.

"Kalau begini terus bagaimana bisa selesai, makanya mulai tahun depan formasinya ditarik ke pusat. Sebab, saya yakin tahun ini enggak akan selesai dan masih ada sisanya," cetus Nadiem Makarim.

Dia mengungkapkan sistem baru yang disiapkan itu sifatnya nasional. Lewat sistem ini juga akan terlihat talenta-talenta guru itu.

Selain itu, tidak akan ada pemda menolak guru yang bukan anak daerah, karena perekrutannya nasional, bukan lokal. Dan, penentuan formasinya oleh pusat.

Pusat yang menentukan dan menempatkan guru sesuai kebutuhan sekolah.

"Jadi guru -guru bertalenta akan menyebar di semua daerah, sehingga angka literasi dan numerasi bisa meningkat," ucapnya.

Dia menegaskan sistem baru dalam seleksi guru ASN merupakan rangkaian percepatan  perekrutan 1 juta PPPK guru.

Pasalnya, sejak program 1 juta PPPK guru dilaksanakan pada 2021 hingga saat ini baru 544.292 guru honorer yang diangkat PPPK. Pada 2023 masih dibutuhkan 601.386 guru ASN untuk sekolah negeri.

Kemendikbudristek mengambil alih formasi PPPK guru. Mendikbudristek Mas Nadiem Makarim pun memberi alasan kuat. Bagaimana posisi pemda?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News