JPNN.com

Kemenperin Dorong Warga Binaan Berjiwa Wirausaha

Selasa, 26 Maret 2019 – 23:32 WIB Kemenperin Dorong Warga Binaan Berjiwa Wirausaha - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan wirausaha industri baru khususnya untuk menciptakan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Potensi ini bahkan muncul dari warga binaan pemasyarakatan yang cukup banyak memiliki keterampilan dalam menghasilkan produk kreatif dan berdaya saing.

“Kami terus mendukung program graduasi ini. Artinya, agar warga yang sedang dibina di lembaga pemasyarakatan (lapas) punya jiwa wirausaha, sehingga nantinya ada kompetensi atau kemampuan dalam melanjutkan karier di luar secara mandiri,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam pembukaan Pameran Produk Unggulan Narapidana 2019 di Jakarta, Selasa (26/3).

BACA JUGA: 2020, Kemenperin Targetkan Industri Otomotif Produksi 1,5 Juta Unit

Airlangga mengatakan, beberapa mantan warga binaan yang sudah mendapatkan pembinaan, ada yang menjadi desainer atau pengrajin. Bahkan, mereka mampu membuka lapangan kerja dan produk yang dihasilkannya telah diekspor.

“Pembinaan ini suatu upaya yang diperlukan. Apalagi, pada saat di lapas, mereka mempunyai waktu yang cukup. Dengan bantuan peralatan dan desain serta kemudahan bahan baku dan akses pasar, diyakini akan memacu daya saing produk yang diciptakan. Contohnya, produk kerajinan dan sarung tangan yang sudah diekspor,” paparnya.

Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan citra positif terhadap pembinaan narapidana di lapas, sehingga masyarakat di luar dapat melihat secara nyata bahwa lapas bukanlah lembaga yang membelenggu kreativitas para narapidana.

Menurut Menperin, lapas merupakan lembaga yang turut berperan aktif dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan keterampilan narapidana sehingga mereka memiliki bekal yang baru di tengah masyarakat, misalnya sebagai wirausaha.

“Indonesia membutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru untuk turut mendorong penguatan struktur ekonomi,” ujarnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...