Kemenpora Dukung Peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan

Kemenpora Dukung Peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan
Prof. Dr. Faisal Abdullah (kanan). Foto: kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Kemenpora mendukung penuh peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) pada tahun ini.

Sebab dengan adanya indeks pembangunan kepemudaan, fokus pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap program kepemudaan ke depan menjadi lebih terukur.

“Kerja pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap program kepemudaan ke depan menjadi lebih terencana dan berdasarkan angka kuantitatif."

“Yang artinya apa yang diinginkan pemuda untuk pengembangan dirinya bisa lebih detail dan tepat sasaran,” ujar Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Prof Faisal Abdullah usai melakukan persiapan akhir menjelang launching Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) pada tahun ini di Hotel Sari Pasifik, Jakarta, Senin, (26/2).

Selain Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, rapat persiapan akhir Launching IPK yang dipimpin Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan Bappenas Subandi ini juga dihadiri Deputi Bidang Statistik Sosial, BPS, M. Sairi Hasbullah dan beberapa pejabat lintas kementerian dan lembaga.

Sebagaimana diketahui, Indonesia telah mendapatkan bonus demografi sejak tahun 2012. Menurut perhitungan, puncak bonus demografi itu akan terjadi pada tahun 2018-2030.

Pada rentang waktu tersebut, proporsi usia produktif akan mencapai 68,1 persen dari total penduduk Indonesia sebesar 255 juta orang. Dalam lingkup usia produktif itu, tentu jumlah pemuda yang ada di dalamnya sangat signifikan angkanya.

Kondisi yang mengandung tantangan dan ancaman tersebut, tentunya perlu disikapi dengan program nasional dan pelaksanaan agenda SDG's (Sustainable Development Goals) yang lebih semakin efektif dan terintegrasi.

Kemenpora mendukung penuh peluncuran Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) pada tahun ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News