Kementan Akan Ambil Langkah Ini untuk Atasi Harga Cabai yang Makin Pedas

Kementan Akan Ambil Langkah Ini untuk Atasi Harga Cabai yang Makin Pedas
Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional naik. ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com

Untuk mengatasinya, Kementan telah mengambil langkah-langkah, diantaranya distribusi pasokan dari daerah surplus produksi ke daerah yang kekurangan, serta program pompa sumur dalam.

“Sesuai arahan Pak Menteri, saat ini kami telah mennyiapkan langkah-langkah, termasuk distribusi mobilisasi barang dari daerah surplus produksi ke daerah yang kekurangan dan menambahkan bantuan program pompa sumur dalam sehingga ke depannya masalah ini bisa teratasi,” ujar Prihasto.

Selain itu, Prihasto mengajak para petani untuk memilih varietas cabai dengan bijak dan mengolahnya menjadi produk turunan yang bermanfaat.

Meskipun harga cabai mahal, pemerintah menegaskan bahwa tidak akan ada impor cabai segar untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri.

Produksi cabai nasional mencapai 241.226 ton per bulan, dengan perincian produksi cabai rawit sebesar 124.212 ton dan cabai besar sebesar 117.014 ton.

Namun, kebutuhan cabai mencapai 153.440 ton per bulan, dan harga di tingkat grosir bervariasi tergantung jenis varietas.

Menanggapi situasi ini, Ketua Champion Cabai Indonesia, Tunov menjelaskan kondisi iklim ekstrem, khususnya kekeringan, telah mempengaruhi produksi cabai. Banyak petani menghadapi kesulitan dalam menanam cabai karena minimnya pasokan air.

Tunov berharap pemerintah dan pemangku kepentingan dapat bersinergi dan memberikan dukungan kepada petani cabai Indonesia untuk memastikan keberlanjutan produksi cabai di masa depan.

Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus berupaya mengatasi tantangan kenaikan harga cabai yang naik signifikan akibat perubahan ekstrem.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News