Kementan Angkat Tema Digitalisasi Sektor Pertanian pada Sidang AFSIS Ke-20

Dia menjelaskan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi diadopsi pada pembangunan pertanian di Indonesia baik pada kegiatan on-farm maupun off-farm.
Selain itu, peningkatan kapabilitas penyuluh dan petani sebagai sarana dalam melakukan koordinasi dan komunikasi antar stakeholder dalam monitoring ketersediaan dan distribusi produksi pertanian, serta dalam kegiatan pendataan pertanian.
Kemudia, Indonesia menyusun program food estate yang difokuskan untuk pengembangan smart farming.
"Saat ini, Indonesia mengembangkan penggunaan internet of thing (IoT) pada kegiatan on-farm,” papar Anna.
Dalam monitoring kondisi pertanaman, lanjut Anna, Kementan mengembangkan sistem aplikasi menggunakan teknologi remote sensing.
Untuk menyokong pilar aksesibilitas pangan, Kementan bekerja sama dengan e-commerce dan transportasi online dalam memperlancar pemasaran dan distribusi komoditas pertanian sekaligus mengatasi permasalahan.
“Digitalisasi pertanian dilaksanakan guna memperkuat peran penyuluh dalam melakukan pembinaan kepada petani sekaligus mengenalkan teknologi TIK pada kegiatan budi daya dan pemasaran hasil kepada petani," ujarnya.
Kementan membangun aplikasi yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas produk pangan demi mendukung pilar utilisasi pada program ketahanan pangan.
Kementan mengangkat tema Digitalisasi Sektor Pertanian pada sidang AFSIS ke-20 untuk memperkuat ketahanan pangan
- Menjaga Visi Prabowo dan Warisan Gus Dur, IKA PMII Kawal Ketahanan Pangan
- Kementan Kukuhkan Young Ambassador Agriculture 2025 & Duta Brigade Pangan Inspiratif
- Mentan Amran Sebut Produksi Beras Melonjak, Ini Angka Tertinggi
- Wamentan Sudaryono Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
- Ketum GP Ansor: Ganggu Ketahanan Pangan, Hadapi Banser Patriot!
- TTC AgriS dan Sungai Budi Tingkatkan Kerja Sama Strategis Vietnam-Indonesia