Kementan Apresiasi Hasil Panen Padi yang Gunakan Pupuk Organik

Kementan Apresiasi Hasil Panen Padi yang Gunakan Pupuk Organik
Irjen Kementerian Pertanian Jan Samuel Maringka mengecek hasil panen padi di RT 003/RW 002, Dukuh Bangun Asri, Desa Kateguhan, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Foto: Istimewa for JPNN.com.

jpnn.com - SUKOHARJO - Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Jan Samuel Maringka turun ke lapangan mengecek hasil panen padi di RT 003/RW 002, Dukuh Bangun Asri, Desa Kateguhan, Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pengecekan dilakukan untuk melihat kebenaran hasil ubinan yang berada di atas rata-rata.

Ubinan adalah cara untuk melihat perkiraan hasil panen tanaman padi melalui titik sampel.

Dari pengecekan diketahui ada selisih kenaikan 26 persen untuk tanaman yang menggunakan pupuk organik cair milik Sido Muncul Pupuk Nusantara (SMPN).

“Kami melihat ada keberhasilan di sini. Nanti akan kami kembangkan, kami sampaikan kepada pimpinan,” ujar Jan dalam keterangannya yang diterima, Jumat (16/9).

Menurut Jan Samuel, ubinan padi dilakukan atas kolaborasi dari Pemda Sukoharjo, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Sido Muncul Pupuk Nusantara.

"Hasil laporan yang saya terima dan saya juga cek ke lapangan menunjukkan hasil panen mampu mencapai hingga 11 ton/hektare. Ini menunjukkan angka di atas rata-rata setelah penggunaan pupuk organik tersebut."

“Ternyata hasil diskusi dari petani dan SMPN, pupuk yang diolah ini berasal dari limbah jamu."

Kementerian Pertanian mengapresiasi hasil panen di Sukoharjo yang menggunakan pupuk organik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News