Kementan Catat Kinerja Eksportasi Kakao Olahan Jabar Naik 17,6 persen

Kementan Catat Kinerja Eksportasi Kakao Olahan Jabar Naik 17,6 persen
Kakao. Foto dok Kementan

Lalu ada jenis Criollo yang bentuk buahnya lebih ramping, hampir seperti mentimun, tidak terlalu banyak dibudidayakan di Jawa dan sebagian Sulawesi.

Dan jenis ketiga, yang paling banyak dan tumbuh subur di Indonesia, yaitu jenis kakao Tinitario. Kakao jenis ini memiliki bentuk buah lonjong pajang dengan diameter besar di tengah.

Jenis terakhir ini yang dilepas Kepala Barantan sebanyak 17 ton senilai Rp. 183,9 juta dengan tujuan Uni Emirat Arab.

Erwin Suryawan, selaku pemilik PT Sinar Pelita Jayaabadi menyampaikan apresiasi atas layanan karantina, tidak hanya cepat namun akurat.

Pemenuhan persyaratan Sanitary dan Phytosanitary (SPS Measure) dari negara tujuan dapat dijamin oleh Karantina Pertanian Bandung dengan sertifikat kesehatan tumbuhan atau PC. Produk kami lancar di terima di negara tujuan, imbuh Erwin.

Kepala Karantina Pertanian Bandung, Iyus Hidayat menyampaikan bahwa pada kesempatan yang sama turut dilepas 3 komoditas pertanian dan olahan lain, sehingga total ekspor sebanyak 69,68 ton senilai Rp1,074 miliar.

Komoditas tersebut berupa produk olahan kelapa milik PT Javakakao Industria berupa desicated coconut tujuan Arab Saudi sebanyak 25 ton senilai Rp. 443,3 juta. Produk olahan makanan kering milik PT Kaldu Sari Nabati Indonesia sebanyak 8,98 ton senilai Rp. 281,09 juta tujuan Fillipina.

Dan juga ekspor perdana dari ekspotir PT Furindo Sagala Persada berupa kolang kaling sebanyak 18,7 ton dengan nilai Rp165,8 juta ke Filipina.

Sesuai kebijakan Kementan untuk memacu ekspor telah melakukan terobosan layanan sekaligus mendorong tumbuhnya ragam komoditas dan pelaku usaha baru.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News