Kementan Lepas Kedelai Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2

Kementan Lepas Kedelai Berbiji Besar Biosoy 1 dan Biosoy 2
Lahan pertnian kacang kedelai. Foto: Istimewa

Biosoy 1 potensi hasilnya 3,3 dan Biosoy 2 3,5 t/ha. Kedua varietas ini memiliki stabiltas hasil yang luas di berbagai lokasi pengujian. Galur Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki umur yang relatif sama (83-84 hari), atau 7-8 hari lebih dalam dari varietas Grobogan dan 3-4 lebih hari genjah dari Anjasmoro.

Jumlah polong kedua varietas ini lebih banyak dibanding varietas Grobogan namun lebih sedikit dibanding jumlah polong Anjasmoro. Ukuran biji terlihat dari bobot 100 butir biji Biosoy 1 dan Biosoy 2 masing-masing 21,74 dan 22,35 g/100 biji jauh lebih besar dibanding Anjasmoro 16,14 g/100 biji dan juga lebih besar dari Grobogan 20,72 g/100 biji.

Varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki ukuran batang yang besar dan kokoh yang dicirikan oleh diameter batang yang lebar. Secara morfologis Biosoy 1 memiliki warna bunga dan warna hipokotil yang berbeda. Biosoy 1 warna bunganya putih dan warna hipokotilnya hijau, sedangkan Biosoy 2 warna bunga dan warna hipokotilnya ungu.

Data pendukung marka molekuler dengan Analisis SNP menggunakan 8 marka SNP secara spesifik varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 memiliki sidik jari DNA yang berbeda. Sidik jari DNA galur Biosoy 8 adalah TACAAGGGCA, dan Biosoy 11 AGCATGTGTA.

Pada MT 1 dan MT 2 2018, UPBS BB Biogen memproduksi benih penjenis (BS) dan benih dasar (BD) varietas Biosoy 1 dan Biosoy 2 tersebut. Diharapkan pada MT 2 2018 dan MT 2019 benih pokok dan benih dasar kedua varietas ini sudah dapat didistribusikan ke petani-petani penangkar terutama disentra-sentra produksi kedelai di Indonesia untuk diproduksi lebih lanjut benih dasar (BD), benih pokok (BP) dan benih sebar (BR)nya.

Tentu saja diharapkan benih sebar kedua varietas unggul baru ini dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama sudah dapat didisribusikan ke petani-petani di berbagai wilayah di Indonesia sehingga berdampak terhadap peningkatkan produksi nasional kedelai menuju swadembada kedelai tahun 2020.(jpnn)


Kedelai merupakan sumber protein nabati paling popular dengan kandungan protein yang tinggi (36-43 persen) bagi masyarakat Indonesia.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News