Kementan Manfaatkan Teknologi Radiasi Sinar Gamma untuk Genjot Produksi Porang

Kementan Manfaatkan Teknologi Radiasi Sinar Gamma untuk Genjot Produksi Porang
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan porang sebagai komoditas ekspor. Foto: Dokumentasi Kementan

Karena itu, iradiator gamma dapat menjadi solusi dalam sterilisasi dan pengawetan makanan, obat-obatan serta produk medis.

“Keunggulan teknik iradiasi untuk proses pengawetan dan sterilisasi di antaranya sinar gamma berdaya tembus tinggi, dapat mencapai titik target terdalam pada produk. Proses sederhana pada temperatur kamar, sehingga bentuk dan warna produk tidak berubah," jelasnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut tidak memakai bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.

"Tidak meninggalkan radiasi dan bahan kimia beracun pada produk. Proses terbukti aman, sudah dimanfaatkan lebih dari 50 tahun," papar Kristejo.

Narasumber lain, Direktur Operasi dan Teknologi Informasi Persero PT Pos Indonesia Hariadi menerangkan terkait persyaratan ekspor tumbuhan dan produk tumbuhan dari dalam wilayah Indonesia tumbuhan untuk ekspor tumbuhan dan produk tumbuhan, seperti phytosanitary certificate (PC) yang diterbitkan Badan Karantina Pertanian.

"Sertifikat ini dikeluarkan melalui tempat pengeluaran yang telah ditetapkan, dilaporkan dan diserahkan kepada pejabat karantina tumbuhan di tempat pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan," terangnya.

Perlu diketahui, Kementan dalam pemanfaatan teknologi radiasi sinar gamma ini bekerja sama dengan Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI).

Anggota Divisi Pengembangan SDM ISWI Tri Murni Soedyartomo mengungkapkan agribisnis porang dengan strategi peningkatan skala usaha, kualitas sumber daya manusia, pola kemitraan, dan penggunaan kemasan yang berkualitas.

Kementan terus berupaya menggenjot produksi porang sebagai komoditas ekspor. Salah satunya dengan pemanfaatan teknologi radiasi sinar gamma

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News