Kementan Optimistis Indonesia Segera Bebas PMK, Vaksin Buatan Pusvetma Siap Diproduksi

Kementan Optimistis Indonesia Segera Bebas PMK, Vaksin Buatan Pusvetma Siap Diproduksi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meninjau langsung pengobatan terhadap hewan ternak yang terkonfirmasi PMK di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto: Dokumentasi Kementan

Kemudian Indonesia bebas PMK diakui secara internasional oleh organisasi kesehatan hewan dunia atau OIE (Office International des Epizooties) pada 1990.

Kepala Pusvetma Edy Budi Susila menjelaskan proses pengembangan produksi vaksin PMK oleh Pusvetma telah berlangsung sejak Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan diproduksinya kembali vaksin PMK.

Dia menjelaskan proses pengembangan produksi vaksin PMK oleh Pusvetma pernah dilakukan untuk membebaskan Indonesia dari penyakit mulut dan kuku pada 1983-1986.

Bertolak pada pengalaman tersebut, dia meyakini Pusvetma dapat mengembangkan vaksin dalam negeri guna pengendalian PMK ke depan.

Lebih lanjut Edi juga menyampaikan seiring dengan kejadian masuknya wabah PMK, proses pengembangan produksi vaksin di Pusvetma dimulai kembali dan saat ini telah memasuki purifikasi isolate dan phase ke-6.

“Proses pembuatan vaksin PMK ini dengan menggunakan teknologi tissue culture dengan sel BKH 21. Vaksin bersifat inaktif dan diformulasikan dengan adjuvant,” ungkap Edy.

Kendati demikian, Edi mengatakan pengembangan produksi vaksin PMK ini memerlukan proses karena Pusvetma sebelumnya tidak memproduksi vaksin penyakit tersebut sejak Indonesia dinyatakan bebas PMK tanpa vaksinasi oleh Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) pada 1990.

Edy memastikan Tim Pusvetma akan mampu mengembangkan produksi vaksin yang dibutuhkan, walaupun memerlukan berbagai penyesuaian.

Kementan optimistis Indonesia bisa segera bebas dari wabah PMK seperti yang terjadi pada 1983-1986

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News