Kementan: Pendistribusian Pupuk Harus Sesuai Prinsip 6 Tepat

Kementan: Pendistribusian Pupuk Harus Sesuai Prinsip 6 Tepat
Direksi Pupuk Indonesia sedang mengecek stok pupuk di gudang. Foto dok humas

Tercatat, sepanjang tahun 2018 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi dengan total 9,34 juta ton hingga ke pelosok nusantara.

Berbagai upaya Pupuk Indonesia lakukan sehingga pupuk dapat diterima oleh petani dan penyalurannya dapat berjalan dengan optimal.

Dalam penugasannya, Pupuk Indonesia sendiri menetapkan stok sebesar dua kali lipat dari ketentuan tersebut atau mencukupi kebutuhan pupuk sebulan ke depan, stok tersebut melebihi Permentan yang menetapkan kebutuhan pupuk harus terjaga untuk dua minggu ke depan.

Upaya ini dilakukan agar kelangkaan pupuk tidak terjadi dan petani dapat dengan mudah dan cepat menerima pupuk bersubsidi.

Tercatat per 26 Februari 2019, stok pupuk bersubsidi Nasional di Lini III (gudang yang berlokasi di Kabupaten) yaitu dengan total sebanyak 1,26 juta ton atau 3 tiga kali stok minimum yang telah ditentukan.

Dengan jumlah stok tersebut, hingga 24 Februari 2019 Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 1.363.431 ton ke seluruh pelosok negeri.

Perinciannya, sebanyak 641.694 ton urea, 144.227 ton SP-36, 137.035 ton ZA, 355.315 ton NPK, dan 85.159 ton organik.

Untuk wilayah Jawa Barat sendiri yaitu sebesar 211.788 ton dengan perrincian sebanyak 101.006 ton urea, 31.808 ton sp-36, 10.896 ton za, 60.121 ton NPK, dan 7.958 ton organik. (adv/jpnn)


Distributor pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat menandatangani surat perjanjian jual beli dengan para pemilik kios guna memastikan ketersediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News