JPNN.com

Kementan Tegaskan Pupuk Subsidi untuk Sulsel Sesuai Permintaan

Selasa, 23 Maret 2021 – 19:48 WIB
Kementan Tegaskan Pupuk Subsidi untuk Sulsel Sesuai Permintaan - JPNN.com
Pupuk bersubsidi. Foto dok Kementan

jpnn.com, BARRU - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan stok pupuk bersubsidi yang disiapkan kementeriannya untuk Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sesuai permintaan.

Penegasan itu disampaikan Mentan Syahrul merespons kelangkaan pupuk bersubsidi yang masih dikeluhkan para petani pada musim tanam di sejumlah daerah di Sulsel, khususnya Kabupaten Barru.

"Infonya selalu ada masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tetapi kalau dicek, rata-rata penggunaan baru 94 persen. Nah, tentu saja, dari delapan juta hektare, ada 100, ada satu desa, atau satu dusun yang bersoal. Jangan dianggap semua dong," tegas Mentan Syahrul pada Minggu (21/3).
 
Meski demikian, mantan gubernur Sulsel dua periode itu tetap akan mengakomodir informasi terkait adanya laporan kelangkaan pupuk tersebut. Jajarannya juga akan segera menindaklanjuti apakah benar daerah itu mengalami kekurangan atau justru ada permainan.

Mentan menjelaskan bahwa petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi mesti terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Bila tidak terdaftar tentu tidak mendapatkannya.

"Kalau penerima pupuk harus terdaftar di RDKK namanya, dan itu tidak boleh tiba-tiba, harus terdaftar di desa. Bupati usulkan ke provinsi, provinsi seleksi lagi. Kalau ada masuk RDKK, itu tinggal kita sikapi. Untuk stok saat ini aman," jelasnya.

Sebelumnya, Kementan telah menambah alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2021 menjadi sebanyak 9 juta ton, ditambah 1,5 juta liter pupuk organik cair guna memenuhi kebutuhan petani.

"Semoga lebih banyak petani yang bisa memperoleh pupuk bersubsidi. Dan pastinya petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi itu petani yang sudah tercatat di e-RDKK sesuai pengajuan yang diterima Kementan dari usulan pemerintah daerah,” kata Mentan SYL.

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Kementan Sarwo Edhy menambahkan, mekanisme distribusi pupuk dilakukan melalui lima lini.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...