Kementan Ungkap 3 Tahun Terakhir Tidak Impor Beras

Kementan Ungkap 3 Tahun Terakhir Tidak Impor Beras
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Presiden Joko Widodo. Foto: dok Kementan

Sebab, faktanya data BPS mencatat Indonesia pada 2021 mengekspor beras untuk konsumsi sebanyak 3,3 ribu ton.

"Tidak bisa menutup diri harus 100 persen tidak impor, apalagi restoran Jepang membutuhkan beras khusus dari Jepang dan restoran asing sejenisnya serta menir pun dibutuhkan untuk pakan," jelasnya.

Lebih lanjut, Kuntoro menekankan untuk hal terpenting yang harus diprioritaskan dan dijaga adalah menggenjot agar ekspor pertanian lebih tinggi dari pada impornya, sehingga neraca perdagangan pertanian selalu surplus.

Hal itu terbukti ekspor pertanian 2021 sebesar Rp 625 triliun atau naik 38,6 persen dari 2020.

"Ekspor pertanian yang semakin meningkat setiap tahun, jauh lebih tinggi dibanding impor, sehingga setiap tahun neraca perdagangan pertanian surplus," tegasnya.

"Indonesia itu negara besar dan basisnya ada di sektor pertanian. Jangan melihat impor per jenis komoditas yang angkanya kecil-kecil itu, tetapi lihatlah agregatnya ekspor pertanian besar yang didukung dari perkebunan," sambung Kuntoro.

Diketahui, berdasarkan data BPS, impor beras khusus 2021 meliputi beras Thai Hom Mali, beras setengah masak, menir dan tepung kasar, sekam/dedak/residu lainnya, dan beras 1/2 giling atau digiling seluruhnya, disosoh atau dikilapkan atau tidak berupa lain-lain. (jpnn)

 


Kementeria Pertanian (Kementan) mengatakan Indonesia belum pernah melakukan impor besar selama tiga tahun terkahir.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News