Kenaikan Harga BBM Subsidi Semestinya Menjadi Solusi Terakhir

Kenaikan Harga BBM Subsidi Semestinya Menjadi Solusi Terakhir
Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat menilai wacana kenaikan Pertalite dan Solar lebih berisiko ketimbang menunda IKN. Ilustrasi SPBU: Foto: Ricardo/JPNN.com

Disparitas, perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan non juga sangat tinggi, sehingga masyarakat memilih yang murah.

“Dan, karena tidak dibatasi jadi wajar lagi, logis saja memilih yang lebih murah,“ lanjut Faisal.

Terkhusus untuk solar, Faisal menjelaskan, solar masih sangat diperlukan untuk transportasi barang dan jasa. Jika dinaikkan, dampaknya akan sangat terasa pada harga barang dan juga konsumsi masyarakat.

Namun tidak bisa ddihindari, masih banyak ditemukan kasus penyelundupan solar bersubsidi. Untuk itu dia meminta pemerintah menyiapkan mekanisme kontrol yang lebih baik.

”Intinya terjadinya kebocoran, penyeludupan itu di mekanisme kontrol. Sepanjang tidak ada kontrol yang bagus, maka penyelundupan itu akan terus terjadi,” ujar dia.

Menurut Faisal, untuk menciptakan mekanisme kontrol tidak gampang, tetapi harus ada inovasi, mulai dari payung hukum dan teknis dan kerja keras di lapangan.

Masyarakat Terdampak

Sementara itu, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengungkapkan data tersebut bukanlah alasan tepat untuk menaikkan harga Pertalite.

Direktur Eksekutif CORE Muhammad Faisal mengatakan cara menaikkan harga saja itu gampang, tetapi tidak bisa begitu terus, melainkan harus ada cara lain.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News