Kenaikan Harga Properti Jakarta Tertinggi di Dunia

Kenaikan Harga Properti Jakarta Tertinggi di Dunia
Kenaikan Harga Properti Jakarta Tertinggi di Dunia

JAKARTA - Jakarta kembali menyita perhatian pelaku industri properti global. Sepanjang periode September 2013  - September 2014, kenaikan harga properti di kawasan tersebut tertinggi di dunia.

Associate Director Research and Consultancy Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji mengatakan, dalam laporan terbaru Prime Global Cities Index, harga properti segmen atas di Jakarta melesat 27,3 persen selama satu tahun terakhir.

"Ini jauh di atas rata-rata kenaikan harga di 33 kota dunia yang sebesar 4 persen," ujarnya kemarin (11/11).

Data laporan salah satu perusahaan konsultan properti terbesar di dunia yang berpusat di London, Inggris, itu menunjukkan, kenaikan harga properti di Jakarta juga jauh di atas Los Angeles yang ada di posisi ke dua dengan angka 16,3 persen.

Bahkan, di jajaran 10 besar, hanya ada dua kota dari kawasan Asia, yakni Jakarta dan Bengaluru yang dulu dikenal dengan nama Bangalore di India.

Jakarta juga jauh mengungguli kota-kota metropolitan dunia seperti Sydney yang ada di urutan 5 dengan kenaikan 11,6 persen, London di posisi 10 dengan 7,4 persen, New York di posisi 11 dengan kenaikan 6,7 persen, Tokyo di posisi 16 dengan 4,5 persen, serta Roma Italia di posisi 1,5 persen.

Dari 33 kota yang disurvei Knight Frank, 26 kota mencatat kenaikan harga dan tujuh kota justru mencatat penurunan harga, yakni Hongkong yang minus (-) 1,1 persen, Paris -2,5 persen, Zurich -2,7 persen, Moskow -3,7 persen, Jenewa -5,6 persen, St Petersburg -8,7 persen, dan Singapura -10,0 persen.

Menurut Hasan, selama periode September 2013 - September 2014, lonjakan properti di Jakarta banyak terjadi pada periode September 2013 - Maret 2014. Sementara mulai periode April 2014  hingga September 2014, laju pertumbuhan harga properti langsung melambat menjadi hanya 2,5 persen. Bahkan, pada periode Juli - September 2014 hanya tumbuh 1,2 persen. "Ini efek perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya.
       
Dalam survei Prime Global Cities Index, Knight Frank menyurvei pergerakan harga properti segmen atas dengan kisaran harga Rp 30 juta per meter persegi ke atas. Dengan kisaran harga tersebut, beberapa proyek properti yang tercakup adalah proyek perumahan dan apartemen mewah.
       
Meski kenaikan harga dalam enam bulan terakhir melambat, Hasan mengatakan bahwa harga properti di Jakarta sepanjang tahun ini masih akan naik cukup tinggi, meskipun tidak setinggi tahun lalu yang mencapai angka 36 persen.

JAKARTA - Jakarta kembali menyita perhatian pelaku industri properti global. Sepanjang periode September 2013  - September 2014, kenaikan harga…