Kenikmatan Kecil di Masupa Ria, Desa Lumbung Emas

Kenikmatan Kecil di Masupa Ria, Desa Lumbung Emas
Mukni, menunjukkan PLTA hasil buatan sendiri, yang membantu warga Desa Masupa Ria mendapat aliran listrik, beberapa waktu lalu. Foto: AGUS PRAMONO/KALTENG POS/JPNN.com

jpnn.com - Masupa Ria merupakan desa di Kecamatan Mandau Tawang, Kabupaten Kapuas,Kalteng, yang dikenal sebagai lumbung emas.

Namun, kandungan emas yang tak habis ditambang sampai kini ternyata tak berhasil mengubah nasib Masupa Ria. Tetap desa yang sangat tertinggal, minim fasilitas, dan sulit diakses.

JAMIL JANUANSYAH-AGUS PRAMONO, Kapuas

RIBUAN kilometer dari kampung halamannya di Jawa Timur, di desa di tengah belantara Kalimantan Tengah yang jauh dari mana-mana itu Suripto berada. Selama puluhan tahun.

Begitu pula Boiman, yang sama-sama berasal dari Blitar. Keduanya pun sudah sama-sama berniat menghabiskan masa tua di desa bernama Masupa Ria itu.

”Saya sekarang menanam sayur dan buah-buahan. Untuk persiapan kalau kelak Masupa Ria maju, sementara kandungan emasnya habis,” kata Suripto kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group).

Emas. Memang itulah magnet yang membawa para pendatang seperti Suripto, Boiman, dan banyak lagi dari berbagai daerah di Jawa serta Kalimantan datang ke Masupa Ria. Menempuh perjalanan yang tak mudah dan tak murah. Sekaligus berbahaya.

Sudah sejak 1980-an desa yang berada di Kecamatan Mandau Tawang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, itu dikenal sebagai lumbung emas. Yang tersimpan di dalam bebatuan Pegunungan Masupa.

Masupa Ria selama ini dikenal sebagai desa lumbung emas di Kalimantan Selatan, namun kondisinya masih tertinggal dibanding desa lainnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News