Kepala BMKG Sampai Memohon, Tolong Diperhatikan Warga di Sekitar Cianjur

Kepala BMKG Sampai Memohon, Tolong Diperhatikan Warga di Sekitar Cianjur
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut ada bahaya susulan setelah gempa terjadi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11), pukul 13.21 WIB. Apa itu? Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta warga di Kabupaten Cianjur dan sekitar untuk menghindari lereng atau pinggir sungai setelah wilayah tersebut mengalami gempa 5,6 skala richter (SR). 

"Mohon tidak berada di dekat lereng ataupun menghindar dari bantaran sungai," kata wanita bergelar profesor itu dalam konferensi pers secara daring, Senin (21/11). 

Sebab, kata Dwikorita, wilayah Jawa Barat sedang dalam musim penghujan dan gempa yang terjadi Senin ini bisa saja meretakkan area pinggir lereng atau sungai. 

Menurut mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, hujan bisa saja menyapu material yang terlepas akibat gempa berkekuatan 5,6 SR. 

"Apabila hujan turun dikhawatirkan material-material yang terlepas atau yang terguncang gempa ini dapat tersapu oleh air hujan dan dapat memberikan dampak ikutan berupa longsor ataupun banjir bandang," ungkap Dwikorita. 

Sebelumnya, BMKG melalui layanan Twitter menyebut gempa terjadi pada Senin pukul 13.21 WIB di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

Gempa terasa kuat di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, hingga Tangerang Selatan atau Tangsel. 

BMKG melalui Twitter mengatakan koordinat gempa berada di 6,83 LS dan 107,06 BT dengan kedalaman 10 Kilometer. 

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut ada bahaya susulan setelah gempa terjadi di Kabupaten Cianjur, Senin (21/11), pukul 13.21 WIB. Apa itu? 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News