Kepala BPIP Teguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Merawat Kebangsaan

Kepala BPIP Teguhkan Peran Ulama Perempuan dalam Merawat Kebangsaan
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) K.H Yudian Wahyudi menyakini para ulama perempuan merupakan aktor penting dalam mendorong perubahan sosial. Foto: dok BPIP

jpnn.com, JEPARA - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) K.H Yudian Wahyudi menyakini para ulama perempuan merupakan aktor penting dalam mendorong perubahan sosial, merawat perdamaian, dan menjaga kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami menaruh harapan besar bahwa kongres dan halaqah kali ini dapat menguatkan pemahaman keislaman yang menekankan keterhubungan perbagal isu kekinian yang memajukan isu-isu perempauan," kata Yudian dalam Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang berlangsung di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara,Jepar Jawa Tengah, Kamis (24/11)

Sementara itu, Deputi Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Ir. Prakoso, mengapresiasi atas terselenggaranya Halaqah Kebangsaan Kongres Ulama Perempuan Indonesi (KUPI) di Kota Ukir tersebut.

“Dalam pandangan kami, halaqah ini tidak saja berperan penting guna merumuskan sikap dan pandangan keagamaan ulama perempuan Indonesia mengenai isu-isu aktual tertentu terkait hak-hak perempuan dengan menggunakan paradigma yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945," terangnya.

Ir. Prakoso juga mengajak para peserta halaqah yang hadir untuk bersama sama membumikan nilai-nilai Pancasila dengan mencontoh semangat Ikon Pahlawan Jepara seperti Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini.

“Mari jadikan diskusi ini sebagai media dalam mengeksplorasi bentuk-bentuk peran ulama wanita dalam gotong royong pembumian Pancasila," ucapnya.

Lebih lanjut, ketua pelaksana KUPI, Ibu Nyai Masrukha menyampaikan lima isu yang akan diputuskan melalui musyawarah keagamaan di Kongres ke-2.

“Keputusan ini merupakan komitmen penuh KUPI tentang cinta tanah air sebagai pilar keimanan (hubb al-watahon minal iman) dan nilai-nilai kebangsaan yang integral dengan prinsip-prinsip keislaman (maqashid syari‘ah)," jelasnya.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) K.H Yudian Wahyudi menyakini para ulama perempuan merupakan aktor penting dalam mendorong perubahan sosial.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News