Keras, Rocky Gerung Sebut Dokter yang Meninggal Bukan Karena Corona, Tetapi Kebijakan Politik yang Buruk

Keras, Rocky Gerung Sebut Dokter yang Meninggal Bukan Karena Corona, Tetapi Kebijakan Politik yang Buruk
Rocky Gerung. Foto: Aristo Setiawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Rocky Gerung mengkritisi persoalan virus Corona (Covid-19). Menurutnya, wabah ini tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan negara.

Kepemimpinan dalam mengatasi penularan dan dampak turunannya yang buruk itulah dianggap menjerumuskan banyak masalah dan jatuhnya korban.

Menurutnya, sikap pemerintah yang sering dianggap lamban dan menyepelekan pada awalnya dinilai menjadi ganjalan bagi terhentinya penyebaran virus Corona di Indonesia.

Tercatat dari data terakhir hingga kini sudah 9.511 lebih korban positif Covid-19. Jika penambahan masih konsisten, bukan mustahil menyentuh angka 10 ribu.

Korban positif itu di dalamnya juga adalah termasuk tenaga medis yang berjuang menjadi benteng terakhir penanganan wabah ini.

Filsuf Universitas Indonesia itu mengatakan, justru para dokter yang meninggal akibat wabah Covid bukanlah karena virus itu sendiri. Melainkan terdampak dari sistem penanganan yang buruk.

“Saya menganggap bahwa dokter-dokter yang meninggal, mereka tidak meninggal karena Covid, tapi karena kebijakan politik yang buruk,” ujarnya dalam diskusi virtual KedaiKopi, Rabu (29/4).

Menurutnya, ada kepemimpinan yang tidak kuat karena terbukti wabah bisa mencapai angka kritis lebih 5.000 kasus positif.

Rocky Gerung menilai wabah Corona (Covid-19) tidak bisa dilepaskan dari faktor kepemimpinan negara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News