Keren, Sistem Ini Membuat Indonesia Mampu Turunkan Karhutla

Keren, Sistem Ini Membuat Indonesia Mampu Turunkan Karhutla
Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bidang Manajemen Landscape Fire Raffles B Panjaitan. Foto: KLHK

Semua keberhasilan pecegahan dan pengendalian karhutla ini, juta telah dipaparkan Raffles di forum COP 26 di Glasgow, Inggris. Semua ini untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia sangat serius dalam upaya pengendalian perubahan iklim.

Penghargaan pada Prof Johann Goldammer

Dalam keterangan tertulis ini, Raffles Panjaitan juga menyinggung peran dan jasa besar dari Prof Johann Goldammer, Direktur Global Fire Monitoring Center (GFMC) dalam ikut membantu Indonesia mengendalikan karhutla. Banyak hasil riset dan saran dari Goldammer yang menginspirasi Indonesia untuk menangani masalah karhutla lebih baik.

Goldammer mendapat Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Joko Widodo yang diserahkan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong  dalam rangkaian acara di Paviliun Indonesia pada COP 26 Climate Change Conference tanggal 4 November 2021, dan dihadiri Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Menurut Raffles yang ikut hadir dalam acara penyerahan penghargaan pada Goldammer ini , peran dan jasa Goldammer sangat besar mengingat sejak tahun 1977, dia melakukan monitoring kebakaran hutan atau sekarang karhutla di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah potensial terjadi kebakaran hutan.

“Melalui Goldammer dan lembaga yang dipimpinnya, kita terus menjalin sinergi dan bekerjasama dengan PTN di Tanah Air/IPB University dengan pemerintah Jerman, dan piha lain yang satu visi dalam pengendalian karhutla. Kita mengadopsi sistem pencegahan yang disarankan Goldammer yakni fokus di tingkat tapak atau dasar. Ini yang membuat kita sekarang lebih maju dalam pengendalian karhutla,” papar Raffles.(jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

Tenaga Ahli Menteri LHK Bidang Manajemen Landscape Fire Raffles B Panjaitan menyampaikan sistem ini yang membuat Indonesia mampu menurunkan Karhutla.


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News