Ketidakpastian Potensi Resesi Ekonomi Bikin Harga Emas Cukup Menarik

Ketidakpastian Potensi Resesi Ekonomi Bikin Harga Emas Cukup Menarik
Harga emas sedikit pulih dari penurunan beruntun dua hari pada hari Kamis (19/1) di tengah meningkatnya ketidakpastian atas potensi resesi ekonomi. Foto Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

"Pengawasan pasar atas prospek ekonomi AS telah tumbuh secara eksponensial sejak laporan layanan ISM menunjukkan resesi yang akan segera terjadi: perkirakan lebih banyak kerugian bagi emas jika tanda-tanda baru pelambatan muncul sekarang karena kalender data AS meningkat lagi," kata Gema.

Data dari Inggris dan Zona Euro menunjukkan inflasi tetap tinggi di kedua kawasan, kemungkinan akan meningkatkan lebih banyak kenaikan suku bunga oleh bank sentral masing-masing. Ini juga berpotensi membebani harga emas.

Namun, harga emas naik di sesi baru-baru ini di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi global, terutama karena lebih banyak negara memperketat kebijakan untuk mengekang inflasi yang tinggi. Ini juga melihat emas membentuk level support yang kuat di USD 1.900 per ounce.

Gema menilai investor dinilai akan akan mengawasi Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde akan berbicara pada hari Kamis.

Selain itu, fokus investor akan berpusat pada data ekonomi AS, dengan klaim pengangguran mingguan dan angka perumahan yang akan dirilis hari ini.

Dalam perdagangan di pasar eropa jam 20.35 wib harga emas dunia di level di USD 1908,20 per troyounce. Dalam perdagangan di hari jum’at harga emas dunia akan di perdagangkan melemah di rentang USD 1,888 per troyounce – USD 1,927 per troyounce.

Harga emas sedikit pulih dari penurunan beruntun dua hari pada hari Kamis (19/1) di tengah meningkatnya ketidakpastian atas potensi resesi ekonomi


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News