'Ketika Divonis Positif Corona, Saya Hanya Ingat Kematian'

'Ketika Divonis Positif Corona, Saya Hanya Ingat Kematian'
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

"Bahwa insyaallah setiap penyakit ada obatnya. Spirit untuk hidup harus ada. Mudah-mudahan dengan begitu imun kita positif. Kalau pikiran kita positif, imun kita naik. Semua ini pasti seizin Allah. Apa pun yang terjadi itu berarti takdir,” katanya.

Maka dari itu, ia mengimbau masyarakat tetap menahan diri untuk tidak keluar rumah.

Dia mengatakan keluar rumah hanya jika ada kepentingan yang mendesak.

Selain itu, ia juga terus mengimbau masyarakat menerapkan prosedur kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran virus yang kini menjadi pandemi tersebut.

"Cukup banyak orang-orang yang dia tidak bergejala, merasa sehat karena daya tahan tubuhnya baik, padahal dia positif. Akhirnya dia jadi tidak steril, dia menularkan kepada siapa pun tanpa dia sadari. Dia tularkan ke keluarganya, ke orang tuanya, ke temannya, bahkan ke orang yang mungkin nggak dikenal,” kata dia.

Yana positif COVID-19 diduga setelah menghadiri acara Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang pada 8 Maret 2020.

Salah seorang yang hadir di acara tersebut ada yang dinyatakan COVID-19. Pada akhirnya nyawa orang tersebut tidak tertolong karena kesehatannya yang memburuk. (antara/jpnn)

Begini cerita Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berjuang melawan virus Corona yang masuk ke tubuhnya.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News