Ketua DPR: Upaya Kolektif MIKTA Harus Diperkuat

Ketua DPR: Upaya Kolektif MIKTA Harus Diperkuat
Ketua DPR Bambang Soesatyo di forum konsultatif MIKTA ke-4, di Istana Tampak Siring Bali, Minggu (16/09/18). Foto: Humas DPR

Sesi berikutnya, lanjut Bamsoet, Turki memimpin untuk membahas penjagaan perdamaian dan keamanan. Sesi ini merangkum perhatian parlemen negara anggota MIKTA terhadap kapasitas PBB dan Dewan Keamanan dalam mengatasi masalah perdamaian dan keamanan yang muncul di berbagai belahan dunia.

"Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020, Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan komitmen dukungan MIKTA dalam memperkuat arsitektur PBB untuk perdamaian dan keamanan internasional. Terkait hal itu, proses reformasi dalam tubuh PBB, khususnya Dewan Keamanan, perlu terus dilakukan," ujar Bamsoet.

Australia memimpin sesi yang membahas mengenai peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan. MIKTA sepakat dalam perdamaian dan pencegahan konflik tidak boleh ada bias jender. MIKTA juga menggarisbawahi pentingnya mewujudkan kerangka legislatif untuk tidak hanya melindungi dan mencegah perempuan menjadi korban konflik, tetapi juga melibatkan perempuan sebagai agen perdamaian dan keamanan berkelanjutan.

"Kita sepakat untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan perdamaian dan penyelesaian konflik. Termasuk melalui peraturan keterlibatan perempuan di penjaga perdamaian, proses pembangunan perdamaian, peningkatkan kepemimpinan perempuan, serta proses pengambilan keputusan," papar Bamsoet.

DPR RI sebagai tuan rumah memimpin sesi keempat terkait kerjasama maritim untuk kesejahteraan dan pertumbuhan berkelanjutan. Parlemen MIKTA berkeyakinan bahwa laut menyediakan sumber daya luar biasa bagi kesejahteraan global.

"Kita prihatin dengan memburuknya sumber daya laut akibat penangkapan ikan yang berlebih dan pengasaman laut. Kita telah menggarisbawahi pentingnya kerjasama kemaritiman antar negara anggota MIKTA. Kerjasama yang selain bermanfaat secara ekonomi, juga berkelanjutan untuk masa depan laut, planet dan generasi yang akan datang," kata Bamsoet.

Menutup pertemuan, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini memberikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih kepada seluruh delegasi atas partisipasi aktif dan kontribusinya dalam forum konsultatif MIKTA 2018 di Bali. Pertemuan serupa diharapkan terus dilakukan untuk bersama membahas persoalan yang tengah dihadapi dunia.

"Kami berharap kerjasama ke depan akan terus terbangun, termasuk ketika Meksiko melanjutkan kepemimpinan MIKTA pada tahun 2019. Semoga pertemuan kali ini dapat menginspirasi parlemen untuk aksi-aksi keparlemenan dan legislatif di masa mendatang," pungkas Bamsoet.

Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, tantangan global membuat negara yang tergabung dalam MIKTA perlu mengambil upaya kolektif lebih kuat.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News