Ketua PPNI: Banyak Perawat Mendapat Tindak Kekerasan dari Pasien Covid-19

Ketua PPNI: Banyak Perawat Mendapat Tindak Kekerasan dari Pasien Covid-19
Dua perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Juni lalu. Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro/pras/aa.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dr Hanif Fadhillah mengatakan banyak perawat dianiaya oleh pasien dan keluarga di beberapa wilayah.

Namun Hanif tidak memerinci berapa jumlah perawat yang mendapatkan tindak kekerasan tersebut. 

"Ada beberapa kejadian seperti di Samarinda, Ambon, Cianjur dan di Semarang banyak," kata Hanif dalam siaran YouTube BNPB, Rabu (17/3).

Penyebab hal itu terjadi disebabkan adanya salah persepsi atau komunikasi antara petugas dengan pasien. 

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dr Hanif Fadhillah mengatakan banyak perawat yang dipukul oleh pasien dan keluarga di beberapa wilayah.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News