Khusus Bagi Warga Jateng, Waspadai Banjir Bandang dan Hujan Es

Khusus Bagi Warga Jateng, Waspadai Banjir Bandang dan Hujan Es
Genangan banjir di halaman SMP Negeri 4 Kroya, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, akibat hujan ekstrem yang terjadi sejak Selasa (1/11/2022) malam hingga Rabu (2/11/2022) pagi. ANTARA/HO-BPBD Cilacap.

jpnn.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan khusus untuk warga Jawa Tengah.

BMKG meminta warga untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, terhitung pada 7-9 November.

Cuaca ekstrem dikhawatirkan dapat menimbulkan sejumlah bencana, antara lain banjir bandang, hujan es dan bencana alam lain.

"Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani Semarang hari ini (7/11), ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca ekstrem," ujar Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin (7/11).

Menurutn Teguh, cuaca ekstrem berpotensi terjadi karena di wilayah Jateng terdapat daerah belokan dan pertemuan angin.

Selain itu, aktifnya gelombang Rossby serta anomali suhu muka laut positif di Laut Jawa dan Samudera Hindia Selatan Jawa, juga memicu peningkatan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah.

Teguh lebih lanjut mengatakan kelembapan udara yang relatif cukup tinggi dan labilitas lokal yang cukup kuat juga turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya Jateng.

"Berdasarkan kondisi tersebut, curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam waktu singkat, berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jateng pada tanggal 7-9 November," katanya.

Khusus bagi warga Jawa Tengah, BMKG mengingatkan untuk mewaspadai terjadinya banjir bandang dan bencana lain seperti hujan es.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News