King...I am Liem Swie King (1)

King...I am Liem Swie King (1)
Liem Swie King. Foto: Dok. Liem Swie King.

jpnn.com - TAN Joe Hok menyebut Liem Swie King Jenderal Besar. Sebab, King muncul ketika kekuatan bulutangkis dunia merata, tak sendirian seperti era Rudy Hartono. "Jadi kalau King menang, artinya dia benar-benar jago," kata juara All England 1959 itu.

=======
Wenri Wanhar - Jawa Pos National Network
=======

Nama Liem Swie King membumbung tinggi ketika mengalahkan Rudy Hartono dua set langsung di final All England 1978. 

Rudy Hartono pemegang rekor All England. Delapan kali dia menjuarai turnamen bulutangkis bergengsi di dunia itu. Dan...Liem Swie King-lah pengganti singgasananya. 

Sang juara dunia menangis haru seraya menghampiri Rudy Hartono, yang tak lain idolanya. "Terima kasih, Rud," bisik King. Rudy yang sedang berjongkok, menoleh dan tersenyum.

Sejurus kemudian, "sejumlah wartawan asing, termasuk wartawan Kompas, Valens Doy yang meliput All England, masuk ke ruang ganti," tulis Robert Adhi Ksp, wartawan Kompas dalam Panggil Aku King.

Para pemburu berita itu mencari Rudy Hartono. "Rud, Anda kelihatan tidak bersedih sama sekali, meskipun kalah," tanya salah seorang. 

Tenang Rudy menjawab, "mengapa harus bersedih? Memang King bermain lebih baik daripada saya. Mau apa lagi? Dan lebih dari itu, saya kalah dari rekan saya sendiri. Gelar juara All England sudah kembali ke Tanah Air saya."

TAN Joe Hok menyebut Liem Swie King Jenderal Besar. Sebab, King muncul ketika kekuatan bulutangkis dunia merata, tak sendirian seperti era Rudy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News