Kisah ABG 16 Tahun yang Sudah Maniak Bersetubuh

Kisah ABG 16 Tahun yang Sudah Maniak Bersetubuh
Kisah ABG 16 Tahun yang Sudah Maniak Bersetubuh

Namun, tanpa disadari, kebiasannya melakukan persetubuhan itu membuatnya menjadi semakin 'gila'. Siswi yang menggunakan kawat gigi ini bak kuda liar yang lepas dari kandang. Nia makin tidak ragu bersetubuh. Bahkan, dengan lelaki yang baru beberapa hari dikenalnya. Syaratnya cukup mudah. Hanya terlihat menarik baginya, sudah cukup. 

Tak sedikit, dirinya pun mulai menjalin hubungan dengan lelaki yang lebih dewasa. Mulai dari usia 22 sampai 27. Dari yang gemuk sampai yang kurus. “Aku udah coba semua. Ada yang datang dan pergi, ada pula yang bertahan berhubungan hingga saat ini. Tapi aku ga pernah minta uang sama mereka. Namun, terkadang ada pula yang sering kasih pulsa, jajan, dan uang. Kalau dikasih ya gak nolak,” tuturnya. 

Saat ditanyakan soal pendidikan seks, wanita berdarah campuran Jawa-Sukabumi ini, mengaku tak pernah mendapatkan hal itu dari orang tuanya. Soal seks hanya didapatnya dari teman, majalah, buku, dan film yang ditontonya di gadget maupun di DVD. “Adapun pelajaran lainnya, ya dari pacar sewaktu di kamar,” ucap remaja bau kencur ini. Dia dan sang kekasih mengaku tahu harus melakukan apa, supaya hubungan seks pranikahnya itu tidak menimbulkan malapetaka alias hamil. 

Kedua orang tuanya tak mengetahui sama sekali dengan prilaku buruknya itu. Kata dia, bersikap ramah, sopan santun, dan tak melawan orang tua, membuat ayah dan ibunya tak mencurigainya. “Aku tak pernah cerita sama orang tua. Mungkin bila dia tahu, mereka bisa meninggal kena serangan jantung. Apalagi, bila sampai dia tahu kalau aku pernah digilir tiga pria kakak kelasku sendiri,” katanya. 

Menurutnya, perilaku seks bebas di kalangan remaja bukan hal asing. Bahkan, ada beberapa temannya yang sengaja merayu pria dewasa, yang bisa ditemui di mal dan tempat umum lainnya, untuk mendapat uang dan barang berharga seperti ponsel model terbaru, jam tangan bermerek, sepatu, tas, dan sebagainya. 

“Tapi yang mereka lakukan itu bukan profesi, hanya iseng saat tak punya uang. Bahkan, ada teman saya yang menjual keperawanannya tembus hingga Rp25 juta. Dijualnya kepada orang Jakarta melalui jasa temannya. Tentu saja, temannya itu dapat keuntungan dari itu,” ucap wanita dengan berat 43 kilogram ini. 

Akan tetapi, dia tak mengetahui berapa keuntungan yang didapat dari penjualnya itu. “Saya kurang tahu untuk itu. Saya juga tidak tertarik untuk melakukan itu. Lebih baik saya kan yang melakukan itu dengan orang yang kita sayangi, atas dasar suka sama suka. Bukan karena uang dan barang. Mungkin karena mereka kekurangan ekonominya,” jelas wanita dengan tinggi 167 cm ini. 

Menyikapi perilaku seks bebas di kalangan remaja, pakar psikologi Bogor, Wiwik mengatakan, banyak faktor yang melatarbelakangi perilaku seks bebas. Di antaranya lemahnya pemahaman agama, kurangnya perhatian orang tua terhadap kondisi dan situasi lingkungan, pergaulan, perkembangan teknologi, juga mendorong kecenderungan remaja melakukan prilaku buruk yang datang dari luar. “Pengaruh buruk itu bisa berupa informasi yang sesat tentang hubungan seksual, misalnya film, buku, dan sebagainya. Ini bisa menjadi faktor remaja itu berperilaku seksual aktif,” terangnya. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News