Kisah Bos Bandit yang Ketakutan, Akhirnya...

Kisah Bos Bandit yang Ketakutan, Akhirnya...
DIINTEROGASI: Syafrizal alias Icap Maik menyerahkan diri kepada polisi, Kamis malam (21/4), pukul 23.30. Foto: Fajar Rillah/Padang Ekspres

Dari Pulau Cingkuak, Pesisir Selatan, Icap mendapat kabar, kalau Limapuluh Kota tengah dihebohkan dengan tewasnya Rafi Ricardo alias Rafi, anggota geng The Bandits, dalam penyergapan yang dilakukan polisi di Desa Tambak, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. ”Saya sudah yakin, pasti Rafi yang ditembak,” ujar Icap kepada wartawan.

Icap menuturkan, saat mendengar Rafi sudah tewas, dia semakin takut. Jangan-jangan, setelah Rafi, dia pula yang akan mati. Karena perasaannya tidak tenang, Selasa lalu (20/4), Icap meninggalkan Pulau Cingkuak. Lalu, kembali ke Solok. Setelah dua hari di Solok, Icap memutuskan kembali pulang ke Limapuluh Kota. 

Saat menaiki bus PO Tabek Biru jurusan Solok-Pekanbaru, Icap mendengar cerita dari sopir bus dan penumpang, kalau ke Pekanbaru, kini sudah aman. Karena, tidak ada lagi pemalak di Manggilang. 

”Saya tanya ke sopir bus, sudah berapa lama Manggilang aman? Apa sebabnya? Dia jawab, The Bandits sudah ditangkap polisi. Sudah ada pula yang mati. Sekarang, tinggal Icap Maek namanya yang masih diburu. Mungkin akan ditembak jika ditemukan,” tutur Icap.

Cerita sopir dan penumpang bus itu membuat Icap semakin ketakutan. Sesampai di Manggilang, dia menemui pamannya. 

”Saya bilang ke mamak (paman), saya ingin menyerahkan diri. Saya takut ditembak. Saya menyesal memperkosa anak orang,” pungkas Icap Maek. 

Kepada Kapolres Limapuluh Kota, paman Icap mengaku siap menerima apapun yang diberikan kepada keponakan mereka. ”Silahkan proses pak. Kami menyerahkan Icap,” kata paman Icap. (frv/sam/jpnn)


LIMAPULUH KOTA - Syafrizal alias Icap Maik yang diyakini polisi sebagai bos The Bandits dengan wilayah operasi Sumbar-Riau, akhirnya menyerahkan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News