Kisah Nelangsa Ibu Muda Jadi Sasaran Teror Mertua

Kisah Nelangsa Ibu Muda Jadi Sasaran Teror Mertua
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Menikah bukan hanya perkara dua orang yang saling suka, lantas hidup bersama dan bahagia selamanya. Sebab, ada mertua ataupun keluarga suami dan istri yang belum tentu mudah dalam memperlakukan mereka.

Karena mertua pula Karin -sebut saja namanya begitu- harus mengakhiri rumah tangganya dengan Donwori (30). Perempuan yang baru berusia 27 itu tak betah dengan ibu kandung suaminya.

Karin tak pernah membayangkan bahwa kehidupannya dengan Donwori bakal rumit. Padahal, bayangan awalnya adalah hidup bersama Donwori akan bahagia dengan saling mencintai.

Bahkan, Karin tak pernah membayangkan sebelumnya bahwa mertua perempuannya yang semula baik, berubah 180 derajat menjadi menyebalkan. Sebab, Karin semasa masih berpacaran dengan Donwori selalu diperlakukan secara baik oleh calon mertuanya.

Tapi, belakangan ibu Donwori jadi membuat Karin tak betah. Rumah tangganya yang baru empat tahun dengan Donwori pun segera berakhir di pengadilan.

"Aku capek, bosan berurusan lagi sama mamanya Donwori," kata Karin ketika ditemui  di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA)  Kelas 1 A Surabaya belum lama ini.

Karin lantas membeber perlakuan yang dialaminya selama tinggal bareng mertua. Menurut Karin, mertuanya sering membandingkannya dengan orang lain.

Jika tidak dibanding-bandingkan, Karin jadi sasaran untuk disalahkan. Karena itu Karin memilih jaga jarak dengan mertuanya.

Menikah bukan hanya perkara dua orang yang saling suka, lantas hidup bersama dan bahagia selamanya. Sebab, ada mertua dan keluarga pihak suami ataupun istri.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News