Kisah Ida Nuriyana, PRT yang Melompat dari Lantai Dua Rumah Majikan

Kisah Ida Nuriyana, PRT yang Melompat dari Lantai Dua Rumah Majikan
Ida Nurinaya menjalani perawatan di Ruang Flamboyan A RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo. Kaki kirinya yang retak diberi gips.Foto: PAKSI SANDANG PRABOBO/Kaltim Post

Ida mengatakan, sang majikan tak pernah menyerangnya secara fisik. Hanya saja ia kesal dikarenakan umpatan dan kata-kata kasar yang dilontarkan sang majikan.

“Ada tujuh orang yang tinggal di rumah tersebut, termasuk saya dan salah seorang pembantu lagi. Pembantu satunya ini juga merasa tidak betah sebenarnya, bahkan kami sebenarnya berniat berhenti setelah satu tahun (bekerja), tapi karena saya merasa sudah tidak kuat jadi nekat lompat,” tuturnya.

Dituduh mencuri emas dan uang, Ida mengatakan ia tak mengambil barang apapun dari rumah sang majikan.

Ia hanya ingin pulang. Kembali bertemu sang buah hati yang berusia lima tahun. Anaknya kini di rumah mertuanya di Surabaya.

Semula dirinya mendengar bahwa gaji yang diterima bisa mencapai Rp 2,5 juta hingga Rp3 juta per bulan. Alasan tersebutlah yang membuatnya menerima tawaran pekerjaan yang membawanya ke Balikpapan.

“Sudah lama kangen anak, ibu mertua saya dan suami tidak memperbolehkan saya bertemu. Awalnya saya ingin bekerja agar bisa punya uang, buat beli susu anak, terus punya rumah sendiri. Karena di Jepara saya menumpang di rumah kakak, dan hubungan saya dengan ibu kandung juga tidak baik,” beber perempuan kelahiran Jepara 4 Februari 1999 itu.

Ketika memutuskan kabur, saat itu jelang tengah hari. Sekitar pukul 11.30 Wita, dia memutuskan kabur melalui lantai dua. Ketika melompat dan dirinya jatuh sempat pingsan. Sesaat ia sadar sembari mengesot menuju jalan raya hingga pos pengamanan perumahan.

Kemudian pihak pengamanan menghubungi polisi, dan kebetulan ada anggota Sabhara yang patroli, Ida lalu dibawa ke rumah sakit menggunakan motor.

Ida Nuriyama, Pembantu Rumah Tangga alias PRT, minggat dari rumah sang majikan dengan melompat dari lantai dua, di sebuah perumahan elite di Balikpapan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News