Kisah Mertua Cantik Penganut Sejarah Kerajaan Kediri, Bikin Tiga Menantunya Resah

Kisah Mertua Cantik Penganut Sejarah Kerajaan Kediri, Bikin Tiga Menantunya Resah
Ilustrasi.

jpnn.com - SEJARAH dan budaya benar-benar memengaruhi pemikiran orang. Warga Kediri yang kini tinggal di Wonorejo, Surabaya sebut saja Mira, 59, juga demikian. Ibu empat putri ini memiliki keyakinan bahwa dalam rumah tangga maka istri yang harus jadi pemimpin. Hal itu tidak lepas dari sejarah Kerajaan Kediri yang dianutnya. Ya kerjaan tersebut selalu dipimpin seorang wanita. 

Meski bukan guru sejarah, Mira tampak lebih ahli dari sejarawan di Indonesia. Dia bisa bercerita tentang kerajaan Mataram, Sri­wijaya, Panjalu, Majapahit, hingga Dhoho dan sebagainya. 

Kemarin (21/10), kepada para pengunjung Pengadilan Agama di Jalan Ketintang Madya , nenek empat cucu ini juga bisa menjelaskan silsilah kerajaan Kediri yang dipimpin oleh seorang wanita. Seperti Sanghyang Ratu Permana Dewi, Ratu Tribuwana Tunggadewi hingga penerusnya. 

Ya, Mira datang ke pengadilan untuk mendampingi anaknya, Sephia yang sedang menjalani sidang perceraian. 

“Dalam sejarah Kediri, wanita yang memimpin. Jadi secara turun-­temurun, saya dan orang Kediri punya prinsip kalau dalam kehidupan rumah tangga, ya wanita yang harus memimpin,” tegas Mira seperti dilansir Radar Surabaya (JPNN Group). 

Prinsip itu pula yang ditanamkan kepada ketiga putrinya. Ketika mereka dilamar, maka Mira selalu memberikan wejangan panjang lebar terhadap para calon mantunya. 

“Ya saya kasih nasihat jangan pernah sok jadi pemimpin dalam rumah tangga, karena sesungguhnya yang mimpin itu ya wanita,” tegasnya. 

Ndilalah, ancaman terhadap calon mantu­-mantunya jitu. Tiga mantunya sangat penurut kepada anak­-anaknya yang notabene perempuan. 

SEJARAH dan budaya benar-benar memengaruhi pemikiran orang. Warga Kediri yang kini tinggal di Wonorejo, Surabaya sebut saja Mira, 59, juga demikian.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News