Kisah Para Operator Perguruan Tinggi, Dikejar-kejar Alumni Pendaftar CPNS dan PPPK

Kisah Para Operator Perguruan Tinggi, Dikejar-kejar Alumni Pendaftar CPNS dan PPPK
Muslihin Manshur (kanan), operator PDDikti yang meraih penghargaan karena kisah inspiratifnya. Foto: tangkapan layar

Dia menambahkan,  tidak sekali dua kali anak dan istrinya diboyong ke kampus sekiranya memang harus menginap.

Dia pilih meng-input data di kampus karena kendala sinyal.

Sebagai reward atas prestasi dapat meningkatkan nilai akreditasi, Muslihin ditunjuk menggantikan pimpinan kampus untuk lawatan ke luar negeri bersama pimpinan kampus  se-Jawa Tengah ke kampus-kampus di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

"Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Di sana kami belajar bagaimana mengelola kampus dengan management yang baik," terang Muslihin.

Lain lagi kisah Ahmad Ade Irwanda, operator di Universitas Lancang Kuning. Ade menjadi pemenang favorit via voting Instagram.

Secara pribadi Ade mengaku lebih senang dengan istilah admin daripada operator.

Alasannya, operator itu adalah orang yang sering mengangkat telepon konsumen kalau ada pengaduan atau layanan informasi. Atau kalau di dunia industri bagian yang mengoperasikan alat berat.

Diceritakannya, setiap periode wisuda, biasanya kampus bersurat ke Lembaga Layanan Pendidikan tinggi (LLDikti) untuk melakukan pembukaan periode pelaporan semester lampau. Ada nilai lupa di-input, SKS yang tidak cukup, SKS berlebih sampai 30 SKS, data ganda, dan lainnya.

Para operator perguruan tinggi menceritakan suka dukanya saat melakukan input data ke pangkalan data Pendidikan tinggi yang tanggung jawabnya begitu besar

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News