Kisah Pusparini Si Tukang Sapu Kaya Hati

Kisah Pusparini Si Tukang Sapu Kaya Hati
Pusparini (kanan), warga Karang Anyar Kelurahan Pagesangan Timur menunjukkan surat pernyataan graduasi dari penerima program PKH pekan lalu. Foto: TONI/LOMBOK POST

Dia berharap, dengan keluarnya ia sebagai penerima PKH, ada keluarga lain yang jauh lebih membutuhkan bisa menerima bantuan.

Pusparini percaya, dengan tekadnya dan suaminya saat ini, suatu saat mereka bisa menaikkan derajat keluarganya. Caranya adalah dengan menyekolahkan kedua anak mereka setinggi-tingginya.

“Kalau bisa sampai kuliah, biar ada yang mengangkat derajat orang tuanya,” tuturnya.

Pusparini mengenang pesan mertuanya yang dulunya juga sebagai petugas kebersihan atau tukang sapu.

Pekerjaan Pusparini sendiri diakuinya merupakan warisan mertuanya sebagai tukang sapu.

“Saya yang disuruh lanjutkan agar bisa membiayai kebutuhan anak sekolah. Biar bisa anak saya kuliah. Biar mengangkat derajat keluarga,” tuturnya. (*/r3)

Si Tukang sapu kaya hati itu punya suami tukang sapu, mertuanya juga tukang sapu. Apa kisahnya?


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News