Kisah Sukses Pendamping PKH yang Antarkan Anak dari Keluarga Miskin jadi Prajurit TNI

Kisah Sukses Pendamping PKH yang Antarkan Anak dari Keluarga Miskin jadi Prajurit TNI
Di bangunan inilah, Busa Lawa dan Olif, salah satu keluarga penerima manfaat KPH tinggal. Seorang anaknya berhasil menjadi prajurit TNI. Foto: Kemensos

jpnn.com, SIGI - Kabar mengembirakan datangkan dari keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM PKH) di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Putra sulung dari pasangan Busa Lawa dan Olif, KPM PKH yang berdomisili di Desa Sungku, Kecamatan Kulawi Selatan dinyatakan lulus seleksi calon tantama TNI.

Kebanggaan pun dirasakan Azis Wilkerson selaku pendamping PKH Kecamatan Kulawi Selatan atas keberhasilan Febriyantho, anak dari Busa Lawa dan Olif.

Menurutnya, keberhasilan Febriyantho menjadi inspirasi bahwa PKH yang merupakan upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Kementerian Sosial telah membantu banyak keluarga bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi.

"Hari ini Tuhan telah merubah nasibmu dan suatu saat nanti jika kembali jangan pernah berubah. Itu berkat mukjizat, serta atas bantuan PKH," pesan Azis kepada Febriyantho dan kedua orang tuanya.

Azis menceritakan berawal saat Febriyantho menyampaikan niat ingin menjadi seorang prajurit TNI dengan serius, dia merespon dengan melakukan pendampingan, melatih renang dan mengurus dokumen selama dua bulan sebelum pendaftaran.

"Ingat ibumu merasa berbangga, dia tidak pernah menyangka melahirkan seorang anak yang nantinya menjadi prajurit TNI kebanggaan keluarga," ujar Azis terharu.

Koordinator Wilayah I PKH Sulawesi Tengah Saiful Bakri mengaku bersyukur ada anak dari KPM PKH dinyatakan lulus seleksi prajurit TNI.

Upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Kemensos membuahkan hasil. Seorang orang dari keluarga miskin KPM PKH berhasil menjadi prajurit TNI

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News