Kisah Ummah, Ibu Dua Bersaudara Pemicu Bentrokan Sampang

Kisah Ummah, Ibu Dua Bersaudara Pemicu Bentrokan Sampang
Ummah, ibunda Tajul dan Rois, di lokasi pengungsian Lapangan Indoor Sampang kemarin. Foto: FERI FERDIANSYAH/Jawa Pos Radar Madura
"Saya ingin keluar dari sini (pengungsian, Red). Ingin tinggal di rumah keponakan saya di Bangkalan," ucapnya lemah.

Ummah mengaku tidak pernah menduga konflik antara dua anaknya itu bisa mengakibatkan bentrokan warga yang berlarut-larut. Padahal, sebelumnya, delapan anak yang dia lahirkan, termasuk Tajul dan Rois, hidup rukun. Kondisi tersebut berubah setelah Tajul dan Rois berseteru secara pribadi.

Sayangnya, keinginan Ummah membeberkan perasaan dirinya sebagai ibu dua anaknya yang berkonflik dicegah Ummi Hani, 29, anak kelimanya. Ummi tak ingin ibunya berlama-lama diwawancarai wartawan. Ummah pun kemudian pamit hendak berkemas-kemas menuju rumah kerabatnya di Bangkalan.

"Saya mau menenangkan diri di rumah keponakan saya itu," ungkapnya lalu pergi.

BENTROKAN warga di Desa Karanggayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, Minggu lalu (26/8), ternyata berawal dari masalah keluarga. Bukan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News