Selasa, 19 Maret 2019 – 10:46 WIB

KLHK dan PPBN Gelar Forum dan Expo Asia Pasifik

Kamis, 08 November 2018 – 16:00 WIB
KLHK dan PPBN Gelar Forum dan Expo Asia Pasifik - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) akan menggelar konferensi internasional bertajuk The 14th Conference Asia Pasific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) dan The 2nd Indonesia Resource Efficiency Forum & Expo (IREFE) 2018.

Jakarta akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum dan expo internasional tersebut pada 12-14 November 2018 bertempat di Balai Kartini.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Investing in Innovation for Sustainable Consumption and Production Implementation in Asia Pasific: Towards Enabling Change for Sustainable Development Goals”.

Acara ini akan diikuti oleh kementerian/lembaga pemerintah, pemda, dunia usaha, berbagai komunitas masyarakat hingga lembaga internasional yang berkecimpung dalam agenda pencapaian pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

“Inovasi membutuhkan perubahan dan perubahan membutuhkan investasi. Forum ini akan mengelaborasikan bagaimana perubahan dapat dilakukan dan bagaimana mendorong peran seluruh pihak untuk mencapai pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan di masa depan,” ujar Noer Adi Wardojo, Kepala Pusat Standarisasi Lingkungan dan Kehutanan dalam jumpa pers sosialisasi kegiatan APRSCP dan IREFE 2018 di Media Center Gedung Manggala Wanabakti, Kamis (8/11).

Menurut Adi Wardojo, perbaikan lingkungan hidup dan perubahan perilaku masyarakat menjadi agenda utama KLHK dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDG) nomor 12: Sustainable Consumption and Production (SCP).

Melalui konferensi ini, pemerintah, dunia bisnis dan masyarakat bisa berkomunikasi untuk saling menghadirkan inspirasi dan inovasi serta peluang yang dapat diambil bersama untuk mencapai pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan secara sistematis.

“Ada delapan dialog roundtable yang akan membahas agenda perubahan yang efektif dengan melibatkan pemerintah, profesional di sektor bisnis, lembaga keuangan, NGO, serta komunitas masyarakat peduli lingkungan,” ujar Noer Adi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar