Kolaborasi dan Ketersediaan Akses Kunci Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan

Kolaborasi dan Ketersediaan Akses Kunci Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan
Para narasumber dan tamu undangan menghadiri kegiatan bertajuk Belajar dari Rejang Lebong Bengkulu: Mendorong dan Memperkuat Keterlibatan Perempuan dalam Pengelolaan Hutan, Selasa (7/12). Foto: Dok. TAF

“Hutan sangat penting bagi perempuan, apalagi saat bencana. Perempuan selama ini berkecimpung di air. Perempuan dari bangun tidur sampai mau tidur itu air. Kalau hutan rusak dan kekeringan, dampak terbesarnya perempuan. Perempuan lebih butuh air,” jelasnya.

Diskusi yang diselenggaran oleh UKaid, The Asia Foundation (TAF), LivE, dan Pemkab Rejang Lebong ini dihadiri oleh Dirjen KSDAE KLHK Wiratno, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan KLHK Bambang Supriyanto.

Alam Surya Putra dari TAF mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk mendiskusikan strategi kolaborasi dan inovasi untuk mendorong dan memperkuat keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan.

“Dan kenapa Rejang Lebong? Sebab inisiasi Kelompok Perempuan Peduli Lingkungan (KPPL) lahir di sini,” ungkap Alam dalam diskusi yang diselanggarakan secara campuran, di ruang POLA Pemda Kabupaten Rejang Lebong Curup dan ditayangkan secara langsung via kanal Youtube Beritabaruco. (rhs/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Kolaborasi berbagai pihak dan ketersediaan akses dinilai mampu memperkuat keterlibatan perempuan dalam pengelolaan hutan di Indonesia.


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News