JPNN.com

Kolaborasi Kemnaker dan Kemendikbud Hasilkan SDM Ketenagakerjaan Sesuai Kebutuhan Industri

Sabtu, 21 November 2020 – 23:28 WIB
Kolaborasi Kemnaker dan Kemendikbud Hasilkan SDM Ketenagakerjaan Sesuai Kebutuhan Industri - JPNN.com
Searah jarum jam: Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, Ketua Dewan Pengarah GNIK, Yunus Trionggo dan Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Elviandi Rusdi tampil dalam webinar nasional “Mega Digitalk” yang diselenggarakan Polteknaker bekerja sama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Sabtu (21/11). Foto: Tangkapan layar

jpnn.com, JAKARTA - Politeknik Ketenagakerjaan sebagai lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Ketenagakerjaan RI, kembali menyelenggarakan agenda Webinar Nasional dengan menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Dr. Hj. Ida Fauziah, M.Si di Jakarta, Sabtu (21/11). Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalies ke-3 Politeknik Ketenagakerjaan.

Dalam paparannya sebagai keynote speaker, Menaker menyambut baik agenda webinar nasional dari Polteknaker yang bekerja sama dengan Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK). Dia berharap melalui kegiatan tersebut, peluang kolaborasi antara pemerintah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dapat berjalan dengan baik.

Terlebih, bila penempatan lulusan Polteknaker dapat diserap melalui jejaring GNIK yang merupakan wadah bagi para profesional dan praktisi industri yang mempunyai reputasi tinggi, dengan demikian, dibutuhkan komitmen dan konsistensi bersama.

Lebih lanjut, Menaker Ida Fauziyah menjelaskan bahwa ada beberapa strategi Kemnaker menghadapi transformasi ketenagakerjaan akibat revolusi industri 4.0 dan dampak pandemi covid-19.

Kemnaker telah menyiapkan strategi untuk tetap bisa berperan dalam proses link and match di pasar kerja melalui pelatihan vokasi, yang dilakukan dengan cara yaitu (1) menganalisis dinamika permintaan dan penawaran di sektor ketenagakerjaan. (2) Penyiapan kompetensi baru melalui pelatihan kerja dan kebijakan triple skilling yaitu skilling, reskilling, serta upskilling. (3) Mengoptimalkan proses pemagangan untuk menambah pengalaman kerja.

Selanjutnya ke (4) peningkatan soft skill dan produktifitas pekerja, melakukan redesain kurikulum dan metode dengan pendekatan human digital skill dan metode blanded training.

(5) mengoptimalkan proses kolaborasi antara dunia industri, lembaga diklat, kadin atrau apindo, asosiasi untuk identifikasi kebutuhan kompetensi. Menaker berharap semua program yang dijalankan harus didukung oleh semua pihak dengan kolaborasi dan komitmen yang baik.

Sementara Plt. Direktur Politeknik Ketenagakerjaan, Elviandi Rusdi, S.E, M.Hum, Ph.D dalam laporannya penyelenggaraan Webinar Nasional ini mengatakan bahwa saat ini pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan berkualitas yang terampil dan kompeten.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri