Kompor 450

Oleh: Dahlan Iskan

Kompor 450
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - MASIH banyak tanda kita belum maju: gas masih dikirim pakai tabung. Ke mana-mana. Padahal setiap rumah perlu gas. Untung air sudah dikirim pakai pipa.

Sedang listrik, apa boleh buat, memang terpaksa harus dikirim pakai kabel. Untung power bank tidak ditemukan sejak dulu. Bisa-bisa listrik kita pun dikirim seperti kiriman gas.

Di bidang listrik kita sebenarnya sudah sangat maju –kalau saja tidak ada ini: pembatasan pemakaian di meteran. Yang kelas-kelasnya begitu banyak. Yang selalu bikin heboh. Terutama kelas paling bawah, listrik 450 VA.

"Jadi dihapus?"

"Tidak".

"Pembahasannya dihentikan?"

Baca Juga:

“Tidak pernah ada pembahasan".

"Yang di Komisi Anggaran DPR itu?“

Menggalakkan kompor listrik saja hebohnya bukan main. Padahal modernisasi penyaluran energi ke semua dapur rumah di Indonesia seharusnya sudah tak bisa ditunda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News