Komunitas Pecinta Burung Diminta Berperan Aktif Jaga Satwa Khas Indonesia dari Kepunahan

Komunitas Pecinta Burung Diminta Berperan Aktif Jaga Satwa Khas Indonesia dari Kepunahan
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat membuka Lomba Burung Berkicau Road to Piala Ketua MPR RI 2022 di Blackstone Beach Bali, Minggu (27/3). Foto: Dokumentasi humas MPR RI

jpnn.com, BALI - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan komunitas pecinta burung memiliki peran strategis mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga satwa khas Indonesia dari kepunahan.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengajak komunitas pecinta burung terlibat aktif mengedukasi masyarakat untuk mencintai satwa maupun terlibat aktif dalam penangkaran burung khas Indonesia.

"Komunitas pecinta burung juga memiliki peran strategis mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan perburuan liar serta dan habitat burung di kawasan alam aslinya," kata Bamsoet saat membuka Lomba Burung Berkicau Road to Piala Ketua MPR di Blackstone Beach Bali, Minggu (27/3).

Dia menyampaikan Indonesia merupakan negara keempat yang memiliki spesies burung terbesar di dunia, setelah Kolumbia, Peru dan Brasil.

Ada sekitar 1.812 spesies di Indonesia, tetapi akibat habitat asli ataupun perburuan liar, banyak spesies yang terancam punah, termasuk burung berkicau yang menjadi keunggulan, seperti kucica hutan, cucak rawa, jalak suren, hingga burung kacamata atau pleci.

"Sebagai negara megadiverse atau negara yang memiliki keanekaragaman hayati, Indonesia memiliki tanggungjawab moral agar 1.812 spesies burung, 515 spesies mamalia, dan banyak lagi satwa yang hidup di alam Indonesia, tidak punah akibat ulah manusia," sebut ketua DPR ke-20 itu.

Bamsoet menyampaikan berdasarkan data Burung Indonesia, jumlah jenis burung di Indonesia tercatat 1.769 jenis.

Tercatat 531 jenis burung yang statusnya dilindungi, di antaranya jenis elang, jalak bali, rangkong gading, kasuari, gelatik jawa, cucak rawa, dan lain-lain.

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak komunitas pecinta burung berperan aktif menjaga satwa khas Indonesia dari kepunahan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News