Kopassus vs Brimob, DPR Soroti Sinergi Panglima TNI-Kapolri

Kopassus vs Brimob, DPR Soroti Sinergi Panglima TNI-Kapolri
Wakil Ketua Umum PPP yang juga anggota Komisi III DPR Arsul Sani. Ilustrasi/Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani berharap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi bersama menyusul kejadian keributan antara prajurit Kopassus dan personel Brimob di Timika, Papua.

Terlebih lagi, Arsul menilai, kejadian bentrok antara prajurit TNI dengan personel Polri bukan sekali saja terjadi di Tanah Air.

Menurut legislator Fraksi PPP itu, evaluasi paling tidak mencakup pemetaan penyebab-penyebab bentrokan yang telah terjadi.

"Kemudian bagaimana langkah-langkah antisipasi ke depannya serta ketegasan sanksi yang perlu disosialisasikan kepada seluruh personil TNI dan Polri," tutur Arsul melalui layanan pesan, Senin (29/11).

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua MPR itu menyadari situasi penugasan prajurit TNI dan personel Polri di satu daerah memiliki karakteristik berbeda-beda, sehingga potensi konflik bisa diteliti dengan tepat.

"Kami yakin Panglima TNI dan Kapolri akan dapat membangun sinergitas TNI-Polri yang lebih baik dengan memperbaiki manajemen relasi personel di kedua institusi ini," beber Arsul.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut pihaknya akan melakukan proses hukum kepada prajurit yang terlibat dalam keributan di Timika, Mimika, Papua, Sabtu (27/11) kemarin.

Sebelumnya, anggota Kopassus yang tergabung dalam Satgas Nanggala dengan Brimob dari Satgas Amole terlibat keributan di Timika.

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani berharap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan evaluasi bersama menyusul kejadian keributan antara prajurit Kopassus dan personel Brimob di Timika, Papua.